Ani menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa.
Sementara itu, harapan besar tertumpu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis untuk segera melakukan investigasi mendalam dan mengambil sampel dari MBG yang masih tersisa.
“Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis kontaminan atau zat yang menyebabkan keracunan. Langkah ini tidak hanya untuk mengungkap akar permasalahan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah-sekolah lain yang juga menjadi penerima bantuan serupa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Baca Juga:Martasandy Group Peringati Hari Batik Nasional: Wujud Nyata Cinta Budaya Lewat Seragam KerjaBilly Martasandy Maknai Hari Batik: Ini Warisan Budaya, Bukan Tren Sesaat
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kesembilan siswa tersebut masih dalam pemantauan intensif tenaga medis di Puskesmas Kawali. (CEP)
