JABAR EKSPRES – Puasa Senin Kamis merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW sering melaksanakan puasa ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sekaligus sebagai amalan yang membawa banyak keutamaan.
Selain meningkatkan ketakwaan, puasa Senin Kamis juga memberikan manfaat kesehatan dan spiritual yang luar biasa.
Baca Juga:Update Tabel KUR Mandiri 2025: Plafon Rp1-500 Juta Lengkap dengan Cara Ajukan Pinjaman untuk Modal UsahaCek Info BSU Rp600.000 Cair Oktober 2025, Ini Tanda Kamu Dapat Dana Bantuan
Agar ibadah puasa semakin sempurna, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Doa berbuka tidak hanya menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa, tetapi juga menjadi bentuk syukur atas nikmat rezeki yang Allah berikan.
Tata Cara Puasa Senin Kamis
Pelaksanaan puasa Senin Kamis sama dengan puasa wajib Ramadan, dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Niat puasa dilakukan di malam hari atau sebelum fajar, sedangkan berbuka dilakukan tepat setelah azan magrib.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan-amalan manusia diperiksa pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalanku diperiksa dalam keadaan aku sedang berpuasa.”
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa sunnah Senin Kamis.
Doa Berbuka Puasa yang Populer
Di kalangan umat Islam, terdapat beberapa doa berbuka puasa yang sering diamalkan. Salah satunya adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa ‘alayka tawakkaltu wa ‘alaa rizqika afthortu, birohmatika yaa arhamar roohimiin.
Baca Juga:Harga Emas Hari ini di Pegadaian: Antam, UBS, Galeri24 Naik pada 2 Oktober 2025Siap-Siap! Program Magang Nasional Dibuka 15 Oktober 2025, Ini Cara Daftarnya
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”
Doa ini memang populer, namun menurut sebagian ulama, redaksi ini tidak berasal langsung dari hadits shahih Nabi Muhammad SAW.
Doa Buka Puasa Berdasarkan Hadits Shahih
Doa berbuka puasa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan dinilai shahih adalah sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah.
Artinya: “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
(HR. Abu Dawud no. 2357, dinilai shahih oleh para ulama)
Doa ini dianjurkan dibaca setelah membatalkan puasa dengan meminum air atau memakan kurma, sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW.
