Trump Bertemu Pemimpin Kongres Bahas Pendanaan Pemerintah Jelang Ancaman Shutdown

Trump Bertemu Pemimpin Kongres Bahas Pendanaan Pemerintah Jelang Ancaman Shutdown
Presiden Amerika Serikat, Donald Trum (SUMBER FOTO: X/realDonaldTrump
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pimpinan Kongres dari Partai Republik dan Demokrat pada Senin (29/9) untuk membicarakan pendanaan pemerintah di tengah ancaman penutupan operasional (government shutdown).

Diskusi ini digelar menjelang tenggat 30 September yang akan menentukan apakah pemerintahan federal tetap berjalan atau harus berhenti sementara. Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh Ketua DPR Mike Johnson, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune, Pemimpin Demokrat DPR Hakeem Jeffries, dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer.

Informasi ini dikonfirmasi oleh pejabat Gedung Putih dan sumber yang memahami persoalan tersebut, sebagaimana dilaporkan Associated Press.

Baca Juga:Hari Jantung Sedunia 2025, Kadinkes Jabar Apresiasi Senam Jantung yang Digelar RSUD Welas AsihTim Eropa Unggul 5,5–2,5 atas Amerika di Hari Pertama Piala Ryder 2025

Trump sebelumnya telah meminta anggota Kongres dari Partai Republik untuk mendukung perpanjangan pendanaan sementara demi menghindari penutupan. Ia menuding Partai Demokrat sebagai pihak yang mendorong terjadinya kebuntuan anggaran.

“Jika harus ditutup, memang harus ditutup, tetapi mereka [Partai Demokrat]-lah yang akan menutupnya,” ujar Trump di Gedung Putih pada Jumat.

Menurut laporan Politico, shutdown bisa terjadi secepatnya pada Rabu jika Trump tidak mau berkompromi dengan anggota Kongres Demokrat untuk meloloskan RUU pendanaan sementara.

Pada 1 Oktober, Amerika Serikat memulai tahun fiskal baru tanpa adanya anggaran resmi. Jika Kongres gagal mengesahkan resolusi sementara, sejumlah lembaga federal terancam berhenti beroperasi tanpa batas waktu.

Di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance pada Minggu menuduh Partai Demokrat mengancam menutup pemerintah demi memperpanjang fasilitas kesehatan untuk imigran ilegal.

“Partai Demokrat mengancam akan menutup seluruh pemerintahan karena mereka ingin memberikan ratusan miliar dolar tunjangan kesehatan kepada imigran ilegal,” kata Vance kepada Fox News.

Ia menekankan bahwa Partai Republik tidak menginginkan shutdown pada 1 Oktober, namun menilai keputusan akhir tetap berada di tangan Demokrat. Sebagai catatan, shutdown terpanjang dalam sejarah AS berlangsung selama 35 hari dan terjadi pada masa jabatan pertama Trump.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar