SPBU Shell Milik Siapa? Begini Fakta Terbaru soal Peralihan Kepemilikan di Indonesia

SPBU Shell Milik Siapa? Begini Fakta Terbaru soal Peralihan Kepemilikan di Indonesia
SPBU Shell Milik Siapa? Begini Fakta Terbaru soal Peralihan Kepemilikan di Indonesia
0 Komentar

Herman Soegeng: Komisaris Sefas Group, lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat.Ricky Roesli: Direktur Utama Sefas Group, lulusan California University, Fresno.

Awalnya, Sefas Group memulai bisnis lewat PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Timur. Seiring waktu, jaringan bisnis mereka meluas hingga Banten, Jabodetabek, Kalimantan, dan Jawa Timur.

Tak hanya di sektor BBM, Sefas Group juga dikenal sebagai distributor pelumas Shell Marine terbesar di dunia melalui anak usaha PT Cahaya Samoedera Bersaudara (Samoedera). Mereka melayani lebih dari 600 pelabuhan di 40 negara dengan sistem distribusi 24 jam.

Baca Juga:Pecah Rekor Tertinggi! Ini Rincian Harga Emas Senin, 29 September 2025 yang tembus Rp2,29 Juta per Gram!7 Aplikasi Penghasil Uang Terbaru yang Terpercaya dan Terbukti Membayar di 2025, Saldo Cepat Cair!

Selain itu, Sefas Group juga merambah bisnis produk kimia otomotif lewat PT Blue Coolant Indonesia, serta energi hijau melalui PT Energi Hijau Samoedra Bersaudara.

Apa Artinya Bagi Konsumen?

Bagi masyarakat, perubahan kepemilikan SPBU Shell ini sebenarnya tidak banyak mengubah layanan. SPBU Shell tetap beroperasi, BBM tetap tersedia dengan standar kualitas tinggi, dan merek Shell masih digunakan.

Namun, karena sudah ada campur tangan perusahaan lokal, ada peluang lebih besar untuk penyesuaian layanan sesuai kebutuhan pasar Indonesia. Misalnya dalam hal promosi, strategi

Jadi, sudah jelas sekarang SPBU Shell milik siapa di Indonesia. Mulai tahun depan, pengelolaan SPBU Shell resmi beralih ke perusahaan lokal, yaitu Sefas Group yang bekerja sama dengan Citadel Pacific Limited.

Meskipun begitu, nama besar Shell tetap akan melekat karena lisensi merek dan produk BBM mereka tetap tersedia.

Bagi pengguna kendaraan, hal ini menjadi kabar baik karena pilihan BBM berkualitas internasional tetap hadir, sambil membuka peluang inovasi layanan dari pengelola baru.

0 Komentar