JABAR EKSPRES – Udara dingin khas Maribaya terasa segar, menyusup hingga ke pori-pori kulit. Kabut tipis yang bergelayut di antara pepohonan pinus menambah nuansa teduh.
Dari kejauhan, terdengar suara gemericik air sungai berpadu dengan dengung lebah yang beterbangan. Di sinilah, di sebuah sudut Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Koswara merawat ribuan lebah yang setiap harinya menghasilkan madu hitam cairan pekat yang kini kian diburu pencinta kesehatan.
Koswara menyambut tamunya dengan ramah. Tangannya luwes membuka kotak kayu berisi sarang lebah. Dengan hati-hati, ia menunjukkan bagaimana lebah bekerja tanpa henti, berpindah dari bunga ke bunga, mengisap nektar lalu menyimpannya menjadi madu.
Baca Juga:Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Arab Saudi di Bidang Energi Terbarukan dan Pendidikan Tantangan Eksplorasi Masih Bayangi Meski Investasi Hulu Migas Capai 8,9 Miliar Dolar AS
“Kalau mau sehat, konsumsi madu itu harus rutin. Alam sudah menyediakan, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ucapnya sambil tersenyum.
Belakangan, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Cuaca yang silih berganti panas dan hujan membuat imunitas harus lebih diperhatikan. Banyak orang kemudian beralih pada cara-cara alami, salah satunya mengonsumsi madu hitam.
“Madu hitam sebetulnya bisa dihasilkan dari semua jenis lebah. Hanya saja warna hitamnya berasal dari nektar tiga jenis bunga, yaitu akasia karpa, bunga mangga, dan kelapa sawit,” jelasnya.
Ia menjelaskan, saat bunga-bunga tersebut mekar, lebah akan mengisap nektar dan menghasilkan madu hitam yang berwarna lebih pekat serta mengandung nutrisi tinggi. Inilah yang membuat madu hitam dipercaya ampuh menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, hingga memperkuat daya tahan tubuh.
Selain khasiatnya, madu hitam juga memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Untuk pasar lokal, madu hitam Maribaya dijual seharga Rp350 ribu per botol berukuran 525 ml. Namun, jika keluar daerah, harganya bisa melambung hingga Rp500 ribu.
“Kebanyakan wisatawan atau tamu dari luar kota mencari madu hitam sebagai oleh-oleh sekaligus untuk menjaga kesehatan,” tutur Koswara.
“Permintaan itu semakin meningkat setiap akhir pekan, seiring ramainya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Lembang,” sambungnya.
Baca Juga:Program MBG di Jateng Mampu Berdayakan Pekerja Lokal dan Hasil Panen PetaniPrioritaskan Program Pro Rakyat, Kemenkeu Buka Blokir Anggaran K/L Sebesar Rp168,5 Triliun
Koswara menambahkan, cara mengonsumsi madu pun tidak bisa sembarangan. Ia mengingatkan agar tidak menggunakan sendok logam ketika mengambil madu, karena dapat memengaruhi kualitasnya.
