Lebih lanjut, Wahyu menilai pencemaran di Cimahi disebabkan oleh kombinasi polutan padat, cair, dan mikroorganisme patogen.
Ia menegaskan, meskipun kontribusi kuantitas limbah domestik lebih besar, daya rusak limbah industri jauh lebih berbahaya.
“Pendapat pribadi saya, di Cimahi kontribusi kuantitas limbah domestik tetap lebih tinggi daripada limbah industri. Tapi limbah industri punya tingkat daya rusak jauh di atas limbah domestik,” ungkapnya.
Baca Juga:Harga Beras di 148 Kota/kabupaten Turun, Berkat Program SPHP?Hilirisasi Perkebunan Buka 1,6 Juta Lapangan Kerja Baru, Benarkah?
Ia juga mengkhawatirkan bahwa hulu sungai sudah tercemar bakteri patogen, limbah padat, cair, serta sisa aktivitas peternakan dan pertanian.
“Tata kelola memang tidak akan maksimal, karena polusi tidak bisa dibatasi oleh wilayah administrasi,” pungkasnya. (Mong)
