Menilik Simulasi Bencana BPBD Kota Bandung di Pusat Perbelanjaan

Petugas berusaha mengobati korban luka saat simulasi penanganan darurat kebencanaan di The Kings Shopping Mall
Petugas berusaha mengobati korban luka saat simulasi penanganan darurat kebencanaan di The Kings Shopping Mall, Kota Bandung, Selasa (23/9). Simulasi penanganan darurat kebencanaan yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung bekerjasama dengan The Kings Shopping Center bertujuan melatih kesiapan petugas dan karyawan mall terkait penanganan darurat bencana di pusat perbelanjaan. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menggelar simulasi mitigasi bencana di The Kings Shopping Centre, Jalan Kepatihan No.11-17, Kecamatan Regol, pada Selasa (23/9) siang.

Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan ketahanan kota terhadap bencana.

“Ini simulasi swadaya, betul-betul dari pihak Kings. Kita berharap terus bergerak semua sehingga Kota Bandung menjadi kota yang tangguh bencana,” ujar Didi kepada wartawan di lokasi.

Baca Juga:Nikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung PasteurLongsor di Margajaya Bogor Rusak Tiga Rumah, BPBD Gelar Kerja Bakti dan Salurkan Bantuan Darurat

Menurut Didi, simulasi ditujukan agar petugas koordinator di lapangan memahami alur penanggulangan bencana. Selain itu edukasi melalui media visual pun dilakukan pihak Kings.

“Mereka pun nanti bakal membuat video mitigasi bencana untuk diputar di monitor di beberapa lantai,” katanya.

Dirinya menambahkan, permintaan simulasi saat ini cukup tinggi. Namun tidak semua diterima BPBD Kota Bandung lantaran keterbatasan personil. “Kalau sehari bisa sampai 4-6 simulasi. Kami akan menyesuaikan kapasitas,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Kings Shopping Centre, Deddy, mengatakan sebanyak 700 orang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk seluruh karyawan.

“Tujuannya untuk safety gedung dan terutama para pengunjung, apalagi cukup padat,” ujar Deddy.

Dia menjelaskan, simulasi tersebut membentuk koordinator lapangan yang mengarahkan evakuasi saat terjadi bencana. Gedung Kings memiliki delapan lantai dengan empat titik tangga darurat. “Teknis untuk jarak tidak terlalu susah, sisi keilmuan kita sudah memahami,” pungkasnya.

Diketahui bahwa ratusan karyawan yang terlibat simulasi gempa bumi itu, mesti menjalani skenario mitigasi. Berlangsung kurang lebih 45 menit tersebut, peserta harus mengetahui perihal jalur evakuasi, serta penanganan apabila menimbulkan korban luka.

0 Komentar