JABAR EKSPRES – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kaukus Progresif Kongres (CPC) di Amerika Serikat memberikan dukungan terhadap rancangan undang-undang yang bertujuan menghentikan transfer senjata AS ke Israel di tengah tuduhan genosida di Gaza. Keputusan ini diambil oleh hampir 100 anggota DPR yang tergabung dalam CPC dengan menyetujui RUU Blokir Bom.
RUU tersebut mengatur penghentian pengiriman senjata berat, termasuk bom penghancur bunker, bom seberat 907 kilogram, Joint Direct Attack Munition (JDAM), peluru tank kaliber 120 mm, dan peluru artileri 155 mm, hingga Israel menghentikan pelanggaran HAM.
“Amerika Serikat tidak bisa terus mengirimkan bom yang kita tahu akan digunakan untuk melakukan kekejaman yang mengerikan di Gaza,” kata Ketua CPC, Greg Casar, seperti dilaporkan media independen Amerika, Zeteo.
Baca Juga:PB Djarum Kuasai Final Polytron Superliga Junior 2025 dengan Enam WakilZelenskyy Tolak Usulan Skenario Korea untuk Akhiri Konflik Ukraina
Rancangan ini dipelopori oleh anggota DPR asal Illinois, Delia Ramirez, yang menekankan bahwa fokus utama adalah pada sistem persenjataan paling mematikan yang digunakan di Gaza.
“RUU Blokir Bom adalah langkah pertama untuk melakukan pengawasan dan akuntabilitas atas pembunuhan anak-anak dengan senjata buatan AS yang didanai para pembayar pajak,” ujarnya.
“Dalam upaya menghadapi para pemimpin otoriter yang melancarkan serangan genosida, Blokir Bom adalah tindakan minimum yang harus diambil Kongres,” tambahnya.
Sebanyak 50 anggota DPR telah menandatangani RUU ini sebelum CPC resmi menyetujui. Dukungan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global dan catatan bahwa pada Juli lalu, seperempat anggota Senat, termasuk separuh dari Demokrat, juga mendukung pemblokiran penjualan senjata ke Israel.
Tekanan internasional makin besar seiring intensifikasi serangan Israel terhadap Palestina serta operasi militer di negara lain, termasuk Yaman. Komisi Penyelidikan Internasional Independen AS untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, bersama sejumlah negara, pakar genosida, dan organisasi global, telah menyebut agresi Israel sebagai bentuk genosida.
Kepemimpinan CPC saat ini melibatkan nama-nama penting seperti Ilhan Omar, Jesus “Chuy” Garcia, Ro Khanna, Delia Ramirez, Mark Takano, Rashida Tlaib, Lateefah Simon, dan Jared Huffman. Jurnalis Ryan Grim turut menyoroti dukungan CPC ini, menyebutnya sebagai perubahan besar karena selama ini banyak anggota “progresif kecuali soal Palestina.”
