JABAR EKSPRES – Konsistensi penyelenggaraan, menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah peserta turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Series 1 2025-2026. MLSC kali ini pun bisa dikatakan memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak dari penyelenggaraan turnamen-turnamen MLSC sebelumnya.
Hal itu diungkapkan, Program Director MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Teddy Tjahjono saat ditemui di Lapangan Chandradimuka Pusat Pendidikan Infantri (Pusdikif), Minggu (21/9/2025).
”Ada peningkatan (jumlah peserta) yang sangat besar sebenarnya. Di Kota Bandung ini peserta hampir 2.100 anak, dari KU 8, 10, dan 12. Jadi ini jumlah peserta paling banyak dari seri-seri sebelumnya dan memecahkan rekor terbanyak,” bebernya.
Baca Juga:MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 1 2025-2026 Munculkan Banyak Calon Bintang Pesepakbola Putri BaruKeselamatan Pekerja Jadi Prioritas, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pasar Budaya K3 di PT Kahatex
Teddy menilai, konsistensi penyelenggaraan menjadi faktor penting pemicu siswa atau peserta untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan, baik secara individu atau tim. Sebab, dengan MLSC konsisten digelar, sekolah-sekolah juga terpacu ikut bagian untuk berkompetisi.
Hal itu pun berdampak pada kualitas teknik dan permainan, baik secara individu maupun tim semakin baik dibanding turnamen MilkLife Soccer Challenge sebelum-sebelumnya.
”Artinya bahwa mereka memang mempersiapkan untuk mengikuti kompetisi secara khusus dengan berlatih serius,” terangnya.
Sehingga, lanjut Teddy, hal tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Salah satu bukti perkembangan positif adalah antusiasme peserta yang membludak.
”MilkLife Soccer Challenge ini bisa menjadi wadah. Sehingga, mereka (para peserta) dengan mandiri melakukan latihan agar bisa tampil di sini. Dapaknya kita bisa lihat secara kualitas permainan meningkat jauh pesat dibandingin seri 1 dan 2 tahun lalu,”ujarnya.
Peningkatan kualitas permainan tim dan kemampuan skill secara individu pun menjadi faktor adanya perubahan peraturan di MilkLife Soccer Challenge Bandung.
”Karena dari sisi kualitas adik-adik kita itu sudah semakin meningkat. Jadi, lapangan dibesarkan masing-masing panjang dan lebarnya ditambah dua meter. Kemudian titik penalti dimundurin satu meter,” terangnya.
Baca Juga:Menkes RI Apresiasi Baksos Kesehatan Gigi FKG Unjani dan PDGI KBB di ParongpongPeserta JKN miliki Hak Sama, Mental Health pun Dijamin BPJS Kesehatan
Tak sampai disitu, perubahan peraturan atau regulasi juga dilakukan saat kick off. Dimana pemain tidak boleh langsung menendang ke arah gawang. Sebab, sudah semakin banyak pemain kualitas yang tendangannya semakin baik.
