Kolom Abu Capai 3.500 Meter, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi 19 Kali

Kolom Abu Capai 3.500 Meter, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi 19 Kali
Kolom Abu Gunung Lewotobi Capai 3.500 Meter.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Dalam periode pengamatan pada Minggu (21/9) pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, petugas mencatat gunung tersebut mengalami erupsi sebanyak 19 kali.

Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, letusan yang terjadi menghasilkan kolom abu setinggi 500 hingga 3.500 meter di atas puncak kawah dengan warna asap kelabu pekat.

Sementara itu, asap kawah bertekanan lemah juga teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, yang membumbung setinggi 50–200 meter.

Baca Juga:Cara Daftar CPNS 2026: Syarat, Dokumen, dan Tips Lolos SeleksiCara Mudah Bikin Foto Ala Photobooth Pakai Gemini AI, Hasilnya Estetik!

“Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah,” jelas Emanuel dalam keterangan tertulisnya.

Selain erupsi, terjadi juga sejumlah gempa vulkanik dan tektonik selama periode pengamatan enam jam tersebut. Tercatat dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2,9–4,4 mm berdurasi 35–50 detik, delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 5,9–29,6 mm berdurasi 35–43 detik, serta dua kali gempa low frekuensi berdurasi 23–28 detik.

Aktivitas dalam perut gunung juga terlihat dari empat kali gempa vulkanik dalam dengan durasi 10–20 detik. Sementara itu, empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3,7–37 mm berdurasi hingga 140 detik juga ikut terekam.

Hingga kini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Status Level IV atau Awas. Dengan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas di radius enam kilometer dari pusat kawah, serta sektoral barat daya–timur laut sejauh tujuh kilometer.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah daerah.

Selain bahaya erupsi langsung, warga di sekitar kaki gunung diminta waspada potensi banjir lahar hujan. Jika curah hujan tinggi mengguyur, material vulkanik dapat terbawa aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Beberapa desa yang berisiko terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

0 Komentar