Pengelolaan sampah bukan lagi sekadar urusan teknis atau infrastruktur. Melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP), pemerintah pusat—bekerja sama dengan Bank Dunia—mendorong reformasi menyeluruh dalam sistem persampahan daerah. Tujuannya jelas: menciptakan tata kelola sampah yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.
Salah satu pendekatan utama dari program ini adalah Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM).
Alih-alih hanya mengandalkan solusi top-down, PPAM memulai perubahan dari lingkungan terkecil—dengan membangun kesadaran, membentuk sistem lokal, dan melibatkan warga untuk memilah sampah langsung dari rumah.
Baca Juga:Satukan Hati Satukan Semangat di 2025, Hadirkan Festival Apresiasi untuk KonsumeniOS 26 Bikin Baterai iPhone Boros? Apple Ungkap Alasannya
Untuk memperkuat sistem ini, Pemerintah Daerah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Dukungan diberikan dalam bentuk penguatan regulasi daerah, penyusunan perencanaan yang adaptif, hingga pembinaan kelembagaan lokal agar program ini bisa bertahan dan berkembang di luar masa pendampingan.
Melalui sinergi ini, kelima aspek pengelolaan sampah ditangani secara terpadu:
1. Teknis: Penerapan sistem pilah dari rumah, pengelolaan sampah organik menggunakan LCO dan komposter, serta penjualan sampah anorganik ke pengepul lokal.
2. Kelembagaan: Pembentukan tim pengelola berbasis RT yang dikelola oleh Karang Taruna Burujul 002.
3. Pendanaan: Dorongan pada swadaya masyarakat dan pemanfaatan hasil penjualan sampah sebagai sumber dana operasional komunitas.
4. Partisipasi: Sosialisasi berjenjang, pelatihan teknis, serta pemasangan stiker rumah sebagai penanda partisipasi warga.
5. Regulasi dan sinergi: Pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Puskesmas, dan aparatur desa serta penguatan komitmen antar-OPD dan pemerintah daerah.
Baca Juga:Gaji Pensiunan PNS Naik di 2025? Taspen Bilang BeginiKuatkan UMKM Lewat Konektivitas, Indosat Hadirkan Jaringan Andal di Festival Kuliner Bandung 2025
Menurut Oki Suyatno, Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bandung, pendekatan ISWMP yang menekankan pada sosialisasi, edukasi, dan pendampingan langsung ke masyarakat telah memberikan dampak positif.
“ISWMP (PPAM) hadir untuk mengubah perilaku masyarakat terkait sampah, dengan membawa konsep edukasi dan pendampingan langsung. Ini sangat membantu dalam membentuk pola pikir baru berbasis 3R – Reduce, Reuse, Recycle. Kita ingin menggeser budaya lama kumpul-angkut-buang menjadi pengelolaan yang lebih terencana dan berdampak,” ujarnya.
