Kenang Tragedi 2005, Pemkot Cimahi akan Tanam Ribuan Bambu di Eks TPA Leuwigajah

Kenang Tragedi 2005, Pemkot Cimahi akan Tanam Ribuan Bambu di Eks TPA Leuwigajah
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Menerima Bantuan Bibit Pohon Bambu dari Unjani (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi resmi menerima bantuan 1.000 bibit pohon bambu dari Universitas Ahmad Yani (Unjani).

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung program penghijauan sekaligus membangun kawasan konservasi bambu di Kampung Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, tepatnya di lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah yang memiliki luas sekitar 84 hektare.

Bantuan bibit bambu terdiri dari berbagai jenis, mulai dari bambu gombong hingga bambu tali. Seluruh bibit akan ditanam sebagai bagian dari program 10.000 bambu yang dicanangkan Pemerintah Kota Cimahi untuk memperkuat konservasi lingkungan.

Baca Juga:Dukung Penuh! Wali Kota Cimahi Nilai Pinjaman Rp200 T Bisa Ubah Wajah Ekonomi LokalCimahi Sukses Kurangi Timbulan Sampah Harian Sebesar 30 Ton

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan, program ini memiliki nilai historis sekaligus urgensi tinggi. Ia mengingatkan kembali tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 2005 lalu yang menelan banyak korban jiwa.

Menurutnya, penanaman ribuan bambu tidak hanya sekadar penghijauan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus langkah nyata untuk mencegah potensi bencana serupa.

“Dengan adanya penanaman bambu ini, kita berharap kawasan eks TPA Leuwigajah bisa lebih aman, sekaligus menjadi ruang konservasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami sangat berterima kasih kepada Unjani yang sudah berkontribusi dalam mendukung program lingkungan di Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana saat ditemui di Unjani Cimahi.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unjani, Dr. apt. Titta Hartyana Sutarna, menegaskan penyerahan bibit bambu ini adalah wujud nyata kepedulian Unjani terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

“Sebagai universitas yang berwawasan lingkungan, kami berkomitmen mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan,” kata Titta.

Selain bantuan bibit bambu, Unjani juga aktif menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.

Sekitar 99 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan telah terlibat langsung dalam program pembersihan sampah di beberapa wilayah Cimahi.

Baca Juga:Ancaman Perlambatan Perbaikan Rutilahu di Cimahi, Bantuan Pusat dan Provinsi Belum JelasDorong UMKM Naik Level, Cimahi Konser Bisnis Bakal jadi Event Tahunan

Tidak berhenti di sana, sambung Titta, Unjani merencanakan pengembangan proyek pengolahan sampah di lingkungan kampus pada 2026 mendatang.

“Di tahun 2026, Unjani berencana untuk mengembangkan project pengolahan sampah di lingkungan universitas,” tutup Titta. (Mong)

0 Komentar