JABAR EKSPRES – Tim verifikator dari pemerintah pusat mulai melakukan penilaian Kabupaten/Kota Sehat di Kota Bogor, Selasa (16/9/2025).
Penilaian itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga kedepan dengan agenda verifikasi lapangan di sejumlah titik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan, penilaian Kota Sehat bukan semata untuk meraih predikat atau juara, melainkan bagaimana mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor.
Baca Juga:Debut Sensasional! Fakhri Rookie SMAN 1 Baleendah, Borong 22 Poin di DBL Bandung 2025Afwaja Center Gelar Ujian Kualifikasi Bahasa Arab untuk Calon Pelajar Al-Azhar Kairo
“Kalau persiapan tentu harus ada, karena ini salah satu upaya pemerintah kota. Bukan masalah juara atau tidak, tapi bagaimana Kota Bogor bisa menjadi kota sehat. Instrumennya ada sembilan tantangan. Mudah-mudahan tim pusat dapat menilai secara objektif,” kata Denny kepada wartawan di Gedung Balai Kota Bogor, Selasa (16/9/2025).
Sementara itu, Ketua Tim Verifikator Pusat, Eli Setiawati, menjelaskan bahwa timnya akan menilai implementasi sembilan tatanan Kota Sehat di berbagai level masyarakat, mulai dari lingkungan RT dan RW hingga skala kota.
Eli juga menegaskan, konsep Kota Sehat tidak hanya menjadi urusan kesehatan belaka, tetapi melibatkan berbagai sektor, termasuk transportasi, tata ruang, dan pendidikan.
Oleh Karena itu, tim verifikator juga berasal dari lintas kementerian, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kementerian Perhubungan.
“Kami ingin melihat bagaimana masyarakat mandiri di lingkungannya, mulai dari RT/RW, sampai pada tatanan pendidikan dan kebencanaan,”ujarnya.
“Jadi bagaimana kekuatan Kota Bogor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, lingkungan yang sehat dan produktif, serta pada akhirnya mencapai kesejahteraan,”sambungnya.
Ia menambahkan, penilaian dilakukan dengan sistem uji petik atau pengambilan sampel di lapangan.
Baca Juga:PGN Masuk Daftar Top 50 BigCap PLCs, Bukti Konsistensi Tata Kelola BerintegritasINAUGURAL 2.0: Momentum Sakral Pelantikan OXI di Pangandaran, Satukan Ratusan Riders dari Berbagai Wilayah
Dari total kabupaten/kota peserta, terdapat 40 kawasan yang divalidasi secara nasional, termasuk Kota Bogor, dan dibagi ke dalam tiga gelombang.
Proses ini tidak hanya menilai laporan di atas kertas, tetapi juga melakukan validasi dengan kondisi nyata di lapangan.
Lebih lanjut, Eli menyebut terdapat sembilan tatanan dengan 136 indikator yang menjadi tolok ukur penilaian untuk Kota Sehat.
Salah satu aspek penting lainnya adalah kelembagaan serta peran forum kota sehat dalam menyatukan aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan kota sehat.
