JABAR EKSPRES – Harga dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah pada Senin, 15 September 2025, berada di kisaran Rp16.360 hingga Rp16.520 per USD, tergantung sumber dan lokasi transaksi. Perbedaan ini wajar terjadi karena masing-masing bank dan platform valuta asing memiliki kebijakan berbeda terkait kurs jual dan beli.
Sebagai gambaran, kurs jual beli di Bank Danamon tercatat di Rp16.360 untuk pembelian dolar dan Rp16.486 untuk penjualannya. Sementara itu, kurs transaksi resmi yang dirilis Bank Indonesia (BI) berada di angka Rp16.520 per USD.
Angka dari BI ini biasanya dijadikan acuan dalam berbagai transaksi resmi, meskipun dalam praktiknya harga di pasar bisa sedikit berbeda mengikuti permintaan dan penawaran.
Baca Juga:Cuman 1 Jutaan Aja! Intip Spesifikasi Redmi 14C Punya Baterai Awet dan Layar Besar6 Rekomendasi Skincare untuk Jerawat Batu
Jika menilik pergerakan nilai tukar USD/IDR sepanjang minggu lalu, fluktuasi tercatat berada dalam rentang Rp16.304 hingga Rp16.480 per USD. Pada awal pekan, 8 September 2025, kurs sempat menyentuh Rp16.479.
Namun sehari kemudian, yakni pada 9 September 2025, rupiah menguat sehingga nilai tukar turun ke sekitar Rp16.304 per USD.
Pergerakan kurs berlangsung naik turun dengan kecenderungan relatif stabil. Menjelang pertengahan hingga akhir minggu, tepatnya pada 12–15 September 2025, nilai tukar bertahan di sekitar Rp16.400 hingga Rp16.460 per USD. Kondisi ini menunjukkan volatilitas sedang, di mana pergerakan harga tidak terlalu ekstrem tetapi tetap memperlihatkan dinamika pasar.
Beberapa faktor global maupun domestik memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dari sisi eksternal, kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), pergerakan harga komoditas, dan situasi geopolitik internasional berkontribusi terhadap permintaan dolar. Sementara dari dalam negeri, faktor inflasi, kebijakan moneter BI, serta arus masuk dan keluar investasi asing turut memberi dampak signifikan.
Dengan tren yang cenderung stabil di kisaran Rp16.400–Rp16.460 per USD, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati potensi perubahan mendadak.
Fluktuasi bisa terjadi sewaktu-waktu apabila ada rilis data ekonomi penting dari AS maupun Indonesia. Untuk sementara, rupiah masih mampu bertahan meskipun tekanan eksternal cukup kuat.
Secara keseluruhan, kondisi nilai tukar saat ini menggambarkan keseimbangan antara faktor global dan domestik, dengan peluang pergerakan tetap terbuka dalam beberapa pekan mendatang.*
