Dikonten tersebut, halimah langsung memberikan pemahaman kepada netizen bahwa, masih ada kemungkinan anak SD menelan benda-benda kecil.
“Yang Netizen perlu tahu, tidak semua anak perkembangannya maksimal. Anak memasukkan benda kemulutnya saat bayi itu adalah stimulan oromotor yang biasanya hilang diusia 3-4 tahun. Tapi jika seorang anak tidak terpuaskan stimulasi oromotornya itu, kebiasaan itu bisa kebawa sampai usia 8, 9 bahkan 10 tahun, masih memasukkan benda ke mulutnya, kalau yang masuk kemulut itu benda sekecil biji streples yang tajam itu bisa berbahaya banget untuk pencernaannya,” sebutnya.
Dia lantas memberikan contoh negara maju lain yang melarang anak sekolah membawa bekal kacang karena dinilai membahayakan bagi anak dan beresiko tersedak.
Baca Juga:Nonton Drakor Atau Drachin Dibayar Hingga Rp700.0000 di Aplikasi Penghasil Uang iniAplikasi NW Sport Positif SCAM, Stop Depo dan Rekrut Member
“Gangsing penghapus ini membuat aku sadar bahwa konsep orang indonesia terhadap keselamatan anak itu agak-agak gimana ya ngomongnya.” ungkapnya.
