Setelah 4 Tahun Vakum, Kota Bogor Siap Rebut Kembali Predikat Kota Sehat Tertinggi

Kota Bogor Siap Dinilai Kabupaten/Kota Sehat Nasional setelah Empat Tahun Absen, Sekda Tinjau Lima Lokasi untu
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana, dan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, serta pemangku kepentingan terkait saat meninjau Pasar Jambu Dua sebagai salah satu lokasi yang akan dinilai untuk verifikasi lapangan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, Senin (15/9/2025). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Setelah empat tahun absen dari ajang penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, Kota Bogor kembali bersiap untuk dinilai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, meninjau lima lokasi strategis sebagai bagian dari persiapan verifikasi lapangan yang akan dilaksanakan pada Selasa (16/9/2025) hingga Rabu (17/9/2025).

Lima lokasi yang dikunjungi pada Senin (15/9/2025) meliputi: Puskesmas Tanah Sareal, Posyandu RW 07 Kelurahan Tanah Sareal, Pasar Jambu Dua, Lumbung Sosial Kecamatan Bogor Utara, dan Kampung Siaga Bencana di Kantor Kelurahan Tanah Baru.

Baca Juga:Ini 5 Tim Azarine DBL Dance Competition yang Tampil Memukau di Opening Party DBL Bandung 2025Ini Daftar 7 Tim yang Meriahkan DBL Dance Competition West Java-East, Adakah Tim Jagoanmu?

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama tim Kota Bogor Sehat meninjau persiapan penilaian dari tim nasional. Saya sudah melihat langsung lima lokasi untuk rechecking persiapan yang akan dinilai besok. Mohon doa dari seluruh warga Kota Bogor, mudah-mudahan mendapat hasil terbaik dan meraih kategori tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara,” ujar Denny saat meninjau Pasar Jambu Dua.

Menurutnya, penilaian tahun ini terasa spesial karena terakhir kali dilakukan pada 2019. Salah satu syarat penting dalam KKS adalah standar ODF (Open Defecation Free), atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

“Alhamdulillah Kota Bogor sudah hampir 100 persen ODF. Jadi kita optimistis bisa bersaing meraih predikat tertinggi untuk Kabupaten/Kota sehat yakni Swasti Saba Wistara,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana, menjelaskan bahwa tim penilai nasional akan mengevaluasi sembilan tatanan dengan total 136 indikator. Kota Bogor telah menyiapkan 12 lokasi kunjungan, termasuk Pasar Jambu Dua.

“Dari sembilan tatanan itu, parameternya sangat beragam. Kalau untuk di lokasi Pasar Jambu Dua ini seperti mulai dari ketersediaan ruang laktasi, fasilitas kesehatan, sampai penataan pedagang basah dan kering di pasar,” kata Deni.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan maksimal untuk menyambut tim penilai.

“Kami sudah menyiapkan berbagai sarana mulai dari akses bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, hingga pengolahan sampah. Dua hal utama yang menjadi fokus adalah kebersihan pasar dan manajemen sampah. Tadi sudah ditinjau oleh Pak Sekda dan tim. Besok pasar ini akan dinilai, semoga bisa mendukung Kota Bogor meraih predikat Kota Sehat Nasional,” ucap Jenal.

0 Komentar