Menurut Dwiyono, kriteria penerima program umrah ditentukan berdasarkan penilaian tahunan terhadap kelompok maupun individu.
“Kriterianya mengacu pada filosofi BDKS. Kerja keras dinilai dari omzet usaha. Kami juga melihat apakah ada keterlambatan pembayaran, sejauh mana anggota membantu teman-temannya, serta seberapa besar peran nasabah dalam membesarkan kelompok. Ada dua kategori, yaitu kelompok dan individu. Ini bentuk apresiasi dan penghargaan dari kami,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Area Jawa Barat BTPN Syariah, Firmansyah, mengungkapkan kondisi nasabah saat ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga:Daya Group Raih TOP GRC Awards 2025 Star #4 dan The Most Committed GRC Leader 2025Beri Kemudahan Layanan, Kantor Cabang WOM Finance Bandung 2 Soreang Pindah ke Jalan Raya Terusan Kopo
“Kalau bicara pertumbuhan secara persentase memang belum dihitung detail, tapi progresnya jelas meningkat. Indikator sederhana bisa dilihat dari kebiasaan kumpul. Sekarang hampir mendekati kondisi sebelum pandemi. Konsentrasi kami adalah membiasakan pola baru melalui pemberdayaan. Karena kalau nasabah tidak hadir, program tidak bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Menurut Firmansyah, karakteristik nasabah berbeda-beda di setiap wilayah. Di Bandung Kota misalnya cukup bagus, lalu di pesisir Pantura juga menunjukkan progres positif.
“Sementara di Jabar Selatan ada tantangan tersendiri. Tapi kami menyesuaikan pendekatan karena sebagian besar tim kami berasal dari warga lokal, jadi lebih mudah memahami kondisi nasabah,” tambahnya.
Firmansyah menekankan, target BTPN Syariah bukan sekadar angka, melainkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami ingin jadi solusi di tengah kebutuhan masyarakat. Filosofinya bukan hanya transaksional, tetapi membuat nasabah benar-benar naik kelas. Kami yakin kalau jalannya benar, masyarakat akan terus tumbuh,” katanya.
Di tingkat nasabah, penghargaan umrah disambut haru. Nining Suningsih, warga Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Dayeuhkolot, tak kuasa menahan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah saya terharu, bangga, dan senang. Tidak menyangka bisa dapat hadiah umrah dari BTPN,” kata Nining.
Baca Juga:Duka Mendalam, Driver Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Sedang Mencari NafkahAndre Taulany Ajak Seluruh Pekerja Indonesia Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Nining bergabung sejak 2010 bersama 12 ibu lainnya. Hingga kini, kelompok tersebut tetap solid meskipun sempat ada satu anggota yang keluar. Dengan pembiayaan dan pendampingan dari BTPN Syariah, usaha dagang mereka berkembang.
“Kalau dulu saya hanya ingin usaha cukup untuk makan sehari-hari, sekarang bisa lebih. Ada yang bisa bangun rumah, ada yang bisa sekolahin anak sampai tinggi. Kami saling bantu dan saling percaya,” ungkap Nining.
