JABAR EKSPRES – Pemerintah Malaysia mengecam keras serangan udara yang dilakukan Israel di Doha, Qatar, yang dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara tersebut. Aksi itu dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap upaya perdamaian, mengingat Qatar selama ini dikenal sebagai pusat mediasi di kawasan Timur Tengah.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pernyataannya di Kuala Lumpur pada Rabu, menegaskan bahwa tindakan agresi Israel tidak hanya membahayakan nyawa warga sipil, tetapi juga menyerang jantung ibu kota berdaulat serta berpotensi memicu ketegangan di kawasan yang sudah rapuh.
“Dengan menargetkan Qatar—negara yang menjadi pusat mediasi dan dialog di Timur Tengah—Israel telah menunjukkan penghinaan total terhadap perdamaian dan diplomasi,” ujar Anwar Ibrahim.
Baca Juga:Ben Simmons Tolak Kontrak Minimum dari New York Knicks, Masa Depan di NBA Kian Tak PastiRekomendasi Karakter Terbaik untuk Gemini Cup Uma Musume
Ia menambahkan bahwa serangan semacam itu sama sekali tidak bisa dibenarkan maupun ditoleransi. Malaysia menyatakan dukungan penuh kepada Qatar dan menyerukan masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas aksi yang dianggap keterlaluan tersebut.
Melalui Kedutaan Besar Malaysia di Qatar, Kementerian Luar Negeri Malaysia juga mengeluarkan imbauan bagi warganya di Qatar agar menghindari area yang terdampak serangan Israel.
Serangan udara Israel menghantam Doha pada Selasa (9/9) dengan dalih menargetkan pimpinan Hamas yang disebut-sebut berada di Qatar. Israel mengklaim bertanggung jawab penuh atas operasi tersebut dan menyebutnya sebagai aksi independen.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras serangan itu, menyebutnya sebagai tindakan pengecut yang mengancam keselamatan warga sipil maupun warga asing di negara tersebut.*
