Bandung Zoo: Penutupan Berdampak pada Pakan Satwa hingga Karyawan Terancam PHK

Bandung Zoo: Penutupan Berdampak pada Pakan Satwa hingga Karyawan Terancam PHK
Petugas berjalan di area Kebun Binatang Bandung, Kota Bandung, Rabu (10/9). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penutupan Kebun Binatang Bandung sejak awal Agustus 2025 berdampak pada kebutuhan pakan satwa. Kurator Bandung Zoo, Rohman Suryaman, mengatakan biaya operasional untuk pakan selama ini berasal dari tiket pengunjung.

“Walaupun kami tidak tahu persis sampai kapan pengurus bisa memberi pakan. Tapi melihat dari kenyataan yang ada, biaya operasional baik pakan atau bagi karyawan itu kan dari hasil (penjualan tiket) pengunjung yang masuk,” kata Rohman, baru-baru ini.

Dia menyebut pakan pokok akan tetap dipenuhi, meski kemungkinan terjadi pengurangan untuk pakan tambahan. Namun ada kemungkinan beberapa pengurangan terkait dengan pakan enrichment.

Baca Juga:Pakan Satwa Bandung Zoo Masih Tercukupi, Tapi Masa Depan Masih MenggantungImbas Macan Tutul Kabur, Karyawan Lembang Park & Zoo Dirumahkan!

Dirinya memastikan, kebutuhan untuk makanan pokok tetap harus terpenuhi. Menurut Rohman, kebutuhan terbesar berasal dari satwa karnivora. Koleksi karnivora Bandung Zoo mencapai 15 ekor, terdiri dari singa, harimau Benggala, harimau Siberia, macan tutul, dan buaya.

“Ada beberapa satwa yang memang untuk harimau sekali makan kurang lebih 10 kilo,” katanya.

Rohman menjelaskan pakan karnivora berupa daging sapi dan ayam. “Untuk daging, volumenya kita campur ya ada daging sapi lima kilo, daging ayamnya lima kilo. Itu tergantung dari bobot tubuhnya. Kalau daging saja misalkan lima kilo kali sekarang Rp120 ribu, sudah lumayan per hari,” jelasnya.

Dia menambahkan vendor masih mengirim pakan sesuai kebutuhan. Bahkan sampai saat ini, pihaknya menyabut vendor masih memenuhi pasokan pakan sesuai dengan keperluannya. Tapi kemungkinan kalau ke depannya memang ini tidak buka, bakal ada beberapa pengurangan.

Rohman mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan dan perawatan kandang tetap dilakukan. “Alhamdulillah sampai saat ini satwa-satwa masih tetap sehat. Pemeriksaan satwa dan kegiatan pengayaan tetap kita laksanakan sesuai SOP,” katanya.

Sebelumnya, Humas manajemen lama Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menyebut kebutuhan pakan satwa setiap bulan mencapai Rp400 juta. “Kalau pakan sekitar Rp400 juta itu tetap kita keluarkan, itu kewajiban kita. Karena satwa itu tidak boleh puasa, jadi harus kita lakukan secara teratur,” pungkasnya.

0 Komentar