Korban Bangunan Majelis Taklim di Ciomas Bogor Ambruk Bertambah : 4 Tewas, 127 Luka-luka

Korban Bangunan Majelis Taklim di Ciomas Bogor Ambruk Bertambah : 4 Tewas, 127 Luka-luka
Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti saat meninjau langsung lokasi kejadian ambruknya Majelas Taklim As-Shobiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Senin (8/9/2025). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti, memberikan update terkait insiden ambruknya bangunan Majelis Taklim As-Shobiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang terjadi saat kegiatan Peringatan Maulid Nabi pada Minggu (7/9) pagi.

“Data terkini yang ada di posko, korban meninggal dunia sebanyak empat orang, sementara korban luka berat dan ringan mencapai 127 orang yang saat ini dirawat. Dari jumlah tersebut, beberapa sudah pulang, sebagian lainnya masih dirawat di berbagai rumah sakit, termasuk beberapa yang dirujuk ke RSCM Jakarta,” ungkap Sri Widiarti saat ditemui di lokasi, Senin (8/9/2025).

Ia menambahkan, salah satu korban, Ibu Yulianti (34), meninggal dunia di RS UMI pada Minggu malam. Ia pun berharap tidak akan ada lagi tambahan korban dan akan terus mengonfirmasi data terbaru terkait kondisi korban lainnya

Baca Juga:Menag Janji Renovasi Majelis yang Ambruk di Bogor: Ini Musibah, Tapi Niatnya MuliaPolisi Dirikan Posko Kesehatan dan Trauma Healing untuk 80 Korban Tragedi Majelis Ambruk di Ciomas Bogor

Untuk penanganan korban, posko kesehatan di lokasi masih melakukan pendataan dan keliling ke rumah warga hingga besok hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua warga mendapat pemeriksaan kesehatan yang memadai.

“Beberapa korban yang awalnya tidak dibawa ke rumah sakit akhirnya datang ke posko untuk diperiksa. Ada juga yang ga datang ke posko karena merasa baik-baik saja dan tidak terasa sakit jadi akhirnya kita kunjungi warga satu satu agar semua kesehatannya jelas,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang ada, Sri memperkirakan jumlah jamaah yang hadir pada kegiatan Maulid Nabi kemarin lebih dari 150 orang, termasuk yang berada di luar lokasi saat bangunan ambruk.

Terkait kondisi bangunan, ia pun menjelaskan bahwa majelis tersebut baru berdiri sekitar tiga bulan dan selalu digunakan untuk kegiatan pengajian ibu-ibu. Hingga saat ini, seluruh pihak masih terus berfokus pada penanganan korban maupun warga sekitar.

“Kemarin jumlah jemaah begitu banyak sehingga melebihi kapasitas. Beban cukup berat, sehingga bangunan ambruk. Saat ini seluruh pihak masih fokus menangani korban. Prioritas utama adalah memastikan seluruh korban mendapat perawatan yang layak. Nanti untuk masalah bangunan akan kami urus menyusul,” pungkasnya.

0 Komentar