JABAR EKSPRES – Untuk pelaku usaha mikro, permodalan sering kali menjadi tantangan, solusinya yaitu KUR Mikro BCA. Bank Central Asia (BCA) menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BCA.
Program ini dirancang khusus untuk membantu pengusaha mikro agar dapat memperoleh pembiayaan dengan mudah, suku bunga terjangkau, serta syarat yang ringan. Jika penasaran, mari simak di sini!
Plafon Pinjaman Fleksibel hingga Rp100 Juta
KUR Mikro BCA menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta. Besaran plafon ini cukup fleksibel, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengusaha.
Baca Juga:Angsuran KUR BRI 2025 Terbaru di Bulan September, Cicilan Mulai 100 Ribu Saja?!Tabel KUR BRI September 2025: Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Hanya Rp150 Ribu Per Hari
Pinjaman ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan usaha, mulai dari modal kerja harian, pembelian peralatan baru, hingga pengembangan bisnis skala mikro yang sedang dirintis.
Untuk pengajuan pinjaman hingga Rp50 juta, nasabah tidak memerlukan agunan tambahan. Sementara itu, untuk pinjaman di atas Rp50 juta, BCA tetap memberikan skema kredit yang mudah diakses dengan persyaratan ringan.
Jangka Waktu Pinjaman Sesuai Kebutuhan Usaha
KUR Mikro BCA memberikan fleksibilitas jangka waktu pinjaman. Untuk keperluan modal kerja, tenor yang ditawarkan maksimal 3 tahun. Sementara itu, untuk kebutuhan investasi, tenor dapat diperpanjang hingga 5 tahun.
Suku Bunga Kompetitif dan Bebas Biaya Tambahan
Daya tarik utama dari KUR Mikro BCA yaitu suku bunga yang kompetitif, yakni sekitar 6%–9% per tahun. Angka ini relatif lebih rendah dibandingkan pinjaman konvensional lainnya.
Selain itu, nasabah juga tidak dikenakan biaya provisi maupun biaya administrasi, sehingga dana yang diterima bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk keperluan usaha.
Cocok untuk Pengusaha Mikro yang Merintis
Program ini sangat sesuai bagi pelaku usaha mikro yang baru memulai bisnis atau sedang berusaha mengembangkan skala usaha. Modal tambahan dari KUR Mikro BCA, pengusaha dapat membeli bahan baku, menambah tenaga kerja, meningkatkan kapasitas produksi, atau memperluas jangkauan pemasaran.
Contohnya untuk pedagang kuliner dapat menggunakan KUR Mikro untuk membeli peralatan masak modern sehingga mampu meningkatkan kualitas dan jumlah produksi. Sementara itu, pengrajin lokal dapat memanfaatkan kredit ini untuk membeli mesin produksi yang lebih efisien, sehingga produk bisa lebih cepat dipasarkan.
