JABAR EKSPRES – Kebakaran hebat melanda sejumlah gudang penyimpanan sepatu, kain, hingga logistik di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (3/9/2025) malam.
Api yang berkobar besar baru berhasil dipadamkan setelah hampir lima jam upaya pemadaman oleh petugas damkar.
Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 17.47 WIB. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 18.01 WIB dengan respon time 14 menit.
Baca Juga:Geger Ladang Ganja di Blitar, Polisi Temukan 800 Pohon di Halaman Rumah WargaKata Kluivert Pasca Thom Haye dan Eliano Putuskan Gabung Persib!
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menjelaskan api sulit dikendalikan karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam gudang.
“Kita mulai tadi jam 6 sore, sekarang jam 22.30 WIB baru bisa dipadamkan. Saat ini masih pendinginan, jadi hampir 5 jam pemadaman,” kata Aep di lokasi kejadian.
Menurut Aep, keterbatasan armada dan suplai air sempat menghambat jalannya pemadaman. Beruntung, bantuan armada pemadam dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) segera tiba sehingga proses pemadaman bisa lebih cepat.
“Api cepat sekali membesar, armada kita terbatas, suplai air juga sempat terhambat. Tadi ada bantuan dari KBB, alhamdulillah sangat membantu,” ujarnya.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari mesin boiler di gudang kain. Menurut informasi dari karyawan, api keluar dari boiler saat mesin di sampingnya masih berfungsi sehingga cepat merambat.
“Kemungkinan dari titik gudang kain, tapi nanti akan kita cek ulang,” jelas Aep.
Sedikitnya delapan unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari enam unit dari Kota Cimahi dan dua unit tambahan dari KBB.
Baca Juga:Bangga Eliano Gabung Persib, Ini Pesan Tulus Tijjani Reijnders untuk Bobotoh!Permudah Akses Masyarakat, BSI Agen Siap Layani Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan
Hingga api berhasil dipadamkan, belum ada laporan korban jiwa. Petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung nilai kerugian akibat kebakaran.
“Belum bisa kita taksir berapa kerugiannya,” tegas Aep.
Menanggapi insiden ini, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah musim kemarau yang rawan kebakaran.
“Ayo kita jaga keamanan dan keselamatan bersama. Hati-hati, sekarang musim kemarau sering terjadi kebakaran. Kita harus menjaga rumah dan lingkungan agar tidak terjadi musibah, entah karena korsleting listrik, kompor yang lupa dimatikan, atau hal lainnya,” ucap Ngatiyana di Pemkot Cimahi, Kamis (4/9/2025).
