Harga Dollar AS ke Rupiah Hari Ini, 4 September 2025

Harga Dollar AS ke Rupiah
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga dollar AS ke rupiah pada Kamis, 4 September 2025, kini berada di kisaran Rp16.444 per 1 USD. Tercatat, rupiah hanya mengalami perubahan tipis sekitar 0,116% sejak kemarin.

Jika melihat tren dalam sepekan terakhir, kurs dolar terhadap rupiah bergerak di rentang Rp16.343 hingga Rp16.495. Hal ini menunjukkan adanya fluktuasi yang wajar, sejalan dengan kondisi pasar keuangan global maupun faktor domestik yang memengaruhi pergerakan mata uang.

Berdasarkan kurs tengah per 4 September 2025, nilai tukar dolar AS ke rupiah tercatat berada di angka Rp16.444 untuk 1 USD. Jika dikonversikan, 5 USD setara dengan Rp82.220, sementara 10 USD menjadi Rp164.440.

Baca Juga:6 Harga iPhone Turun Signifikan, Jelang Peluncuran iPhone 17Harga Emas 23 Karat Terbaru 3 September 2025, Tembus Rp 1,7 Juta per Gram

Adapun untuk jumlah yang lebih besar, 100 USD bernilai sekitar Rp1.644.400. Informasi kurs ini dapat dijadikan acuan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan transaksi internasional, seperti keperluan impor barang, pembayaran biaya pendidikan di luar negeri, maupun perjalanan wisata ke mancanegara.

Meski kurs pasar menampilkan angka Rp16.444 per dolar, nilai tukar dapat sedikit berbeda di tingkat perbankan. Misalnya, Bank Central Asia (BCA) pada hari ini mencatat kurs beli dan kurs jual berada di kisaran Rp16.390 – Rp16.575 per USD, bergantung pada jenis transaksi.

Perbedaan harga beli dan jual (spread) ini merupakan hal yang umum terjadi di sektor perbankan sebagai bagian dari biaya layanan transaksi valuta asing.

Stabilitas harga rupiah ke dollar AS tidak lepas dari sejumlah faktor. Dari sisi global, dolar AS masih mendapat dukungan dari kebijakan moneter Bank Sentral Amerika (The Fed) serta kondisi ekonomi AS yang cukup kuat. Sementara itu, dari dalam negeri, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh neraca perdagangan, arus investasi, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter.

Investor dan pelaku usaha biasanya memantau kurs dolar secara rutin, sebab fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi biaya produksi, harga barang impor, hingga daya saing ekspor.*

0 Komentar