Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Hari ini, Ini Titik-Titik Rawan Kemacetan 3 September 2025

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Hari ini, Ini Titik-Titik Rawan Kemacetan 3 September 2025
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Hari ini, Ini Titik-Titik Rawan Kemacetan 3 September 2025
0 Komentar

Lokasi Rawan Aksi & Kemacetan

1. Depan Gedung DPR RI, Senayan

  • Jadi titik utama aksi Aliansi Perempuan Indonesia dan mahasiswa.
  • Berpotensi terjadi orasi, blokade jalan, hingga bentrokan dengan aparat.

2. Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Jalan Medan Merdeka

  • Sering dijadikan titik kumpul atau persinggahan massa aksi.
  • Lalu lintas di area ini biasanya sangat padat saat demonstrasi berlangsung.

3. Jalan Gatot Subroto

  • Akses utama menuju DPR RI, rawan macet parah karena massa biasa memblokade sebagian jalan.

4. Stasiun Palmerah & Stasiun Senayan

Baca Juga:Spoiler One Piece Chapter Terbaru: Identitas Traitor Rocks Terbongkar, Ternyata Ayah Caribou!Cara Dapat Uang Rp600.000 dari AI WhatsApp

  • Lokasi strategis yang sering dipenuhi massa aksi yang datang menggunakan transportasi umum.

5. Bundaran HI – Jalan Sudirman – Thamrin

  • Meski tidak selalu jadi titik utama, massa biasanya menggelar long march melewati jalur protokol ini.

Titik Potensial Gesekan

  • Kampus-kampus sekitar Jakarta & Bandung

Setelah insiden penembakan gas air mata ke kampus pada 1 September 2025, aparat disebutkan masih melakukan patroli. Situasi ini bisa memicu reaksi keras mahasiswa.

  • Posko & Asrama Mahasiswa

Ada laporan bahwa patroli aparat ke pemukiman mahasiswa dianggap bentuk intimidasi. Lokasi ini juga rawan gesekan.

Imbauan untuk Warga

  • Hindari area sekitar DPR RI – Gatot Subroto – Monas pada jam aksi (sekitar 10.00 WIB hingga selesai).
  • Gunakan jalur alternatif seperti Jl. Asia Afrika, Jl. S Parman, atau Tol Dalam Kota.
  • Waspadai potensi sweeping atau konvoi massa di jalur protokol.

Demo 3 September ini bukanlah aksi tunggal. Sejak 25 Agustus 2025, gelombang demonstrasi terus mengguncang Jakarta dan berbagai daerah lain di Indonesia.

  • 25 Agustus 2025: Massa menolak tunjangan DPR yang mencapai Rp100 juta per bulan.
  • 28 Agustus 2025: Serikat buruh menyampaikan enam tuntutan, termasuk penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah.
  • 1 September 2025: Bentrokan di Bandung akibat penggunaan gas air mata oleh aparat di area kampus.
  • 2 September 2025: Beberapa kelompok lain seperti Komunitas Ojek Online Mahasiswa Indonesia (KOMI), Aliansi Rakyat Peduli Energi (ARPE), dan Aliansi Taktis Aksi 177 URC Bergerak juga melakukan aksi lanjutan di Jakarta.

Gelombang protes makin memanas setelah tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang tertabrak kendaraan taktis Brimob di Jakarta Pusat. Insiden ini memicu gelombang solidaritas dan amarah publik yang meluas.

0 Komentar