Keempat akun tersebut adalah:
1. @Ndrewstjan – kerap menyindir dan memanaskan suasana dengan isu mahasiswa serta DPR.
2. @mas_veel – memprovokasi dengan pernyataan keras seperti membubarkan DPR RI jika UU tertentu tak kunjung disahkan.
3. @Heraloebss – menggaungkan sentimen publik untuk membubarkan DPR, memicu gelombang kemarahan menjelang aksi 25 Agustus.
Baca Juga:Spoiler One Piece Chapter Terbaru: Identitas Traitor Rocks Terbongkar, Ternyata Ayah Caribou!Cara Dapat Uang Rp600.000 dari AI WhatsApp
4. @tekarok007 – menyarankan pemutusan fitur live media sosial agar tak digunakan sebagai alat propaganda, namun narasi ini justru dianggap sebagai pengalihan isu.
Dari pola narasi yang disebarkan, Ferry melihat adanya benang merah yang jelas: akun-akun ini sengaja mendorong massa aksi ke arah radikal dan penuh kekerasan. Padahal, mayoritas pendemo hanya ingin menyampaikan aspirasi mereka secara damai.
Pada akhirnya, rakyat Indonesia hanya menginginkan keadilan ditegakkan. Mereka tidak meminta janji kosong, melainkan kebijakan nyata yang berpihak pada kehidupan sehari-hari. Namun, jika aksi rakyat terus dipelintir menjadi isu anarkis, jika demonstrasi terus ditunggangi provokator, dan jika pemerintah sibuk mempertahankan kursi kekuasaan, maka negeri ini akan terus berada di ambang kehancuran.
Kini, bola panas berada di tangan aparat dan pemerintah. Publik berhak tahu siapa sebenarnya sosok dalang di balik kericuhan ini. Apakah benar hanya sekadar akun media sosial, atau ada kekuatan yang lebih besar yang sedang bermain di balik layar?
Satu hal yang pasti rakyat tidak boleh terus menjadi pion yang dikorbankan dalam permainan politik segelintir elit.
