JABAR EKSPRES – Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar tentang flashdisk milik Ahmad Sahroni, politikus Partai NasDem, yang disebut-sebut berisi “data penting” dan kini ramai diperbincangkan warganet.
Kejadian ini bermula setelah rumah Sahroni dilaporkan dijarah massa pada akhir pekan lalu, yang memicu gelombang viral di linimasa.
Dalam unggahan di akun media sosialnya pada Minggu (31/8/2025), Sahroni menyampaikan bahwa sejumlah barang mewah di kediamannya raib dibawa massa.
Baca Juga:Benarkah BSU Rp600 Cair Lagi ke Karyawan? Ini Informasi Penting dari KemnakerHarga Emas Hari ini di Pegadaian: Antam, UBS, Galeri24 Naik Melesat 2 September 2025
Barang-barang yang terlihat dalam foto dan video yang beredar mencakup tas merek Louis Vuitton, jam tangan mewah, hingga action figure ukuran besar.
Namun, ada satu barang yang paling ditekankan Sahroni, yakni flashdisk berwarna putih yang ikut hilang.
Dalam pesannya, ia menyatakan tidak mempermasalahkan jika pelaku menyimpan tas selempang bermerek, tetapi ia sangat berharap agar flashdisk tersebut dikembalikan.
“Apa ada yg nemu tas selempang Louis Vuitton warna hitam? Isinya ada flashdisk warna putih,” tulis Sahroni dalam unggahan tersebut.
Pernyataan itu langsung memicu kehebohan. Warganet ramai-ramai berspekulasi mengenai isi flashdisk tersebut.
Ada yang menduga berisi dokumen penting, data pribadi, hingga rahasia politik.
Tidak sedikit pula yang menyebarkan link video dan foto dengan klaim sebagai isi flashdisk, meskipun kebenarannya belum dapat dipastikan.
Baca Juga:D-STAR 2025 Kembali Dihadirkan Darya-Varia: Dorong Wanita Muda Berkarya dalam Inovasi KesehatanSMA Negeri 21 Bandung Raih Juara Piala by.U Bandung Series, Buka Gerbang Menuju Karier Futsal Profesional
Fenomena ini membuat kata kunci “flashdisk Ahmad Sahroni” dan “link video” menjadi trending di berbagai platform media sosial.
Banyak netizen yang mengaku penasaran, bahkan ada yang berburu link unduhan di forum-forum daring.
Selain meminta pengembalian flashdisk, Ahmad Sahroni juga menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia.
Ia mengakui bahwa dirinya pernah melontarkan ucapan-ucapan yang menyinggung publik.
“Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan. Saya dengan penuh kerendahan hati, tidak akan mengulangi dan akan memperbaiki,” tulisnya.
Namun, terkait desakan agar ia segera kembali ke Indonesia, Sahroni menyatakan belum bisa memenuhinya. Ia berdalih bahwa keamanan dirinya dan keluarga menjadi prioritas utama saat ini.
