Rakyat Demo, Pemerintah Siap Putuskan Jaringan Internet Selama September 2025 Bungkam Publik Lewat Digital

Rakyat Demo, Pemerintah Siap Putuskan Jaringan Internet Selama September 2025 Bungkam Publik Lewat Digital
Rakyat Demo, Pemerintah Siap Putuskan Jaringan Internet Selama September 2025 Bungkam Publik Lewat Digital
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Isu panas kembali mencuat di tengah gelombang aksi demo September 2025. Kali ini bukan sekadar kabar soal bentrokan massa dengan aparat, melainkan tudingan bahwa pemerintah berencana memutus atau mengendalikan akses internet untuk membungkam publik secara digital.

Narasi ini semakin ramai diperbincangkan setelah muncul laporan gangguan akses aplikasi dan internet melambat pada akhir Agustus lalu. Warganet pun berspekulasi, jangan-jangan pemerintah memang sudah menyiapkan “tombol kill-switch” untuk meredam suara rakyat di dunia maya.

Awalnya, isu ini muncul dari potongan video lama yang disebar ulang dengan narasi baru. Konten tersebut menyebut bahwa setiap kali rakyat turun ke jalan, internet akan diperlambat atau bahkan dimatikan.

Baca Juga:Viral Link Isi Video dan Foto Beserta Data Flashdisk Ahmad Sahroni Tersebar, Isinya Bikin Heboh WarganetLink DANA Kaget Terbaru Hari Ini Klaim Saldo Gratis Rp50.000 hingga Rp750.000

Apalagi, sejumlah warganet melaporkan akses media sosial melambat selama demo besar akhir Agustus. Kabar ini pun cepat menyebar di WhatsApp, X (Twitter), hingga Instagram. Narasi “internet sengaja diputus untuk bungkam rakyat” jadi bahan bakar keresahan publik.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital langsung membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan tidak ada perintah resmi untuk mematikan internet. Namun, dalam beberapa pernyataan, muncul sindiran bahwa keresahan digital justru dipicu oleh aksi massa di jalanan.

Artinya, bukannya fokus meluruskan isu, pemerintah justru seakan melempar kesalahan kepada rakyat yang berdemo. Publik pun makin geram, karena terasa seperti pemerintah cuci tangan.

Meski pemerintah menolak tudingan pemutusan internet, faktanya masyarakat memang merasakan gangguan akses. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Lonjakan traffic saat demo membuat jaringan operator di area tertentu melambat.
  • Server aplikasi yang memang bermasalah sehingga akses tersendat.
  • Penggunaan VPN atau DNS alternatif yang justru mengganggu koneksi pengguna sendiri.

Namun, warganet tetap curiga. Bagi mereka, alasan teknis hanyalah dalih untuk menutupi agenda pengendalian ruang digital.

Isu pemutusan internet selalu menjadi momok. Di era digital, mematikan internet sama saja dengan memutus akses rakyat terhadap informasi, komunikasi, dan kebebasan berekspresi.

Narasi “internet diputus” juga semakin berbahaya karena diiringi teknologi rekayasa AI. Foto dan video palsu bisa terlihat begitu nyata, sehingga hoaks makin mudah dipercaya. Publik pun merasa, pemutusan internet jika benar dilakukan hanya akan semakin membungkam suara rakyat.

0 Komentar