Lebih lanjut, Gin Gin menegaskan bahwa secara keseluruhan, ketersediaan beras di Kota Bandung dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan hasil neraca pangan bulan Agustus 2025, tercatat surplus sekitar 23 ribu ton, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih 74 hari ke depan.
“Setiap bulan kami buat neraca pangan. Untuk beras, datanya kami kumpulkan dari stok pedagang dan kami sesuaikan dengan kebutuhan. Hasilnya, untuk Agustus saja kita surplus hampir 23 ribu ton. Artinya aman untuk 74 hari kedepan,” jelasnya.
Meski 96 persen lebih kebutuhan pangan Kota Bandung masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, Gin Gin memastikan bahwa jalur distribusi saat ini berjalan lancar dan tidak ditemukan hambatan berarti dalam pengiriman pasokan masuk ke Kota Bandung.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah, Solusi Nyata untuk Rakyat di tengah Gejolak HargaPantau Stok dan Harga Beras, Pemkot Bandung Kerahkan Enumerator
Namun demikian, Gin Gin mengakui bahwa DKPP tidak memiliki kendali langsung atas harga, mengingat mekanisme pasar tetap menjadi faktor penentu utama.
Oleh karena itu, selain program GPM, Pemkot Bandung juga mengaktifkan berbagai program bantuan pangan untuk membantu masyarakat, seperti ATM Beras, Gerakan Pangersa, dan bantuan sosial dari pusat berupa beras 10 kilogram.
Tak hanya itu, untuk jangka panjang, Kota Bandung juga terus mendorong urban farming melalui program seperti Buruan Sae dan urban farming, di mana masyarakat diajak untuk mulai menanam kebutuhan pangan sendiri dalam skala kecil.
“Walaupun kontribusinya belum besar, tapi ini bagian dari membangun ketahanan pangan dari level rumah tangga. Beberapa waktu lalu kita juga sudah panen bawang dan cabai. Ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan,” pungkasnya.
Dengan kondisi harga yang masih tinggi dan distribusi merek premium tertentu yang terbatas, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap memanfaatkan berbagai pilihan beras yang tersedia di pasar, sembari menunggu kebijakan stabilisasi harga dan distribusi berjalan lebih optimal dalam beberapa waktu ke depan. (Dam)
