Delapan tahun perjalanan Pos Pintar adalah bukti bahwa pendidikan yang dikerjakan dengan konsistensi akan selalu menemukan jalan.
Dari ruang sederhana itu lahir cahaya kecil yang perlahan menyinari wajah-wajah muda, menjadikan Halmahera Timur bukan hanya penghasil tambang, tetapi juga penghasil manusia yang tangguh, percaya diri, dan berdaya.
Trijan Abdul Halim, dengan kesabaran dan kecintaannya pada literasi, telah menyalakan api kecil itu. Dan api kecil yang ia jaga bersama masyarakat, kini tumbuh menjadi cahaya yang mampu menerangi generasi berikutnya.
Baca Juga:Sekolah Rakyat, Merajut Asa Pendidikan Anak-anak TerpinggirkanEsensi RAPBN 2026 Dalam Lanskap Kemandirian Ekonomi
Ketika Matahari terbenam di ufuk Halmahera dan suara anak-anak itu masih menggema, mengulang kata demi kata dalam bahasa yang sedang mereka kuasai, bangsa ini seolah mendengar bisikan masa depan bahwa Indonesia, dengan segala keragamannya, akan tumbuh kuat jika setiap desa, sekecil apa pun, diberi kesempatan untuk bermimpi dan belajar.
Dari papan tulis yang usang dan spidol yang hampir habis, lahir keyakinan baru bahwa pendidikan adalah cahaya yang tak akan pernah padam. (ANTARA)
