Sebagai bentuk antisipasi, pihak sekolah meminta dapur penyedia untuk melakukan tes kesehatan pegawainya, mulai dari tes rektal hingga tes anti-Hepatitis, guna memastikan tidak ada potensi penyebaran penyakit.
Selain itu, sampel makanan disimpan selama tiga hari sebagai bahan evaluasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
“Langkah antisipasi ini supaya bukan hanya menghindari keracunan, tetapi juga mencegah penularan penyakit. Makanan pun kami simpan beberapa hari untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan,” tambahnya.
Baca Juga:Yusuf Manshur Buka Donasi untuk Keluarga Mendiang Affan Kurniawan, Warganet: Gak Usah Mancing-mancing Dah!Bertahan hingga Malam, Massa Merangsek Masuki Kompleks DPR!
Dalam mekanisme pelaksanaan, wali kelas turut mendampingi siswa saat menyantap hidangan. Pengawasan kualitas makanan juga dilakukan secara berlapis, tidak hanya oleh dapur MBG dan ahli gizi, tetapi juga oleh pihak sekolah berencana akan melalui kunjungan rutin secara langsung.
“Sekolah sudah berupaya memastikan standar dengan kunjungan ke dapur dan meminta mereka menjalankan SOP, seperti memakai sarung tangan, masker, dan topi koki. Tapi tentu pengawasan harian bukan di tangan sekolah,” tegas Latifah.
Latifah menhatakan, program MBG ini direncanakan berjalan rutin setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, mulai 1 September 2025, tanpa batas waktu yang ditentukan.
Lebih lanjut, pihak sekolah menilai keberadaan program ini bukan hanya mendukung kesehatan siswa, tetapi juga berdampak pada konsentrasi belajar dan kondisi ekonomi keluarga.
“Banyak anak yang masuk sekolah pukul 06.30 tanpa sempat sarapan. Dengan MBG, mereka mendapat tambahan energi dari menu lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, susu, dan buah. Insya Allah akan mendukung daya konsentrasi dan kualitas belajar mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, siswa juga dapat menghemat uang jajan harian. Beberapa siswa mengaku senang karena bisa menabung dari sisa uang saku yang biasanya digunakan untuk membeli makanan.
“Anak-anak bilang bisa menghemat uang saku mereka. Jadi MBG ini bukan hanya menyelamatkan perut, tapi juga membantu ekonomi keluarga,” ungkap Latifah.
Baca Juga:Sempat Diteriaki "Pengalihan Isu", Dedi Mulyadi Temui Massa Aksi di Depan Gedung DPRD JabarKDM Angkat Adik Almarhum Affan Kurniawan Jadi Anak Asuh: Tinggalnya Tetap Sama Ibu, Tapi Izinkan..
Ke depan, menu MBG akan berganti setiap hari. Pihak sekolah bahkan diperbolehkan mengajukan permintaan khusus, seperti menu tradisional Indonesia seperti tumis sayur dengan tempe goreng atau menu internasional seperti spaghetti.
