Komitmen di Balik Solidaritas
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menegaskan, Grab bukan hanya perusahaan, tetapi bagian dari perjuangan mitra pengemudi. Grab kata dia, hadir untuk memastikan keadilan dan hak-hak mereka terlindungi, termasuk melalui pendampingan hukum jika diperlukan.“Tak ada bantuan yang bisa menggantikan kehilangan atau luka. Namun, kami berkomitmen memastikan keluarga tak menghadapi beban sendirian,”ujar Tirza.
Tindakan Grab terlihat dalam tiga lapis dukungan: Pertama, aspek Medis: Biaya operasi Aji dan Umar ditanggung penuh, termasuk kebutuhan tambahan. Kedua, bantuan Material dan Finansial: Santunan untuk keluarga Affan, penggantian ponsel Umar, dan dukungan harian untuk keluarga. Ketiga, pendampingan Hukum dan Moral: Kunjungan rutin ke rumah sakit, kehadiran di pemakaman, dan jaminan perlindungan hukum.
Pengingat akan Risiko Ojek Online
Peristiwa ini menggarisbawahi kerentanan profesi ojol. Setiap hari, mereka menghadapi lalu lintas padat, cuaca ekstrem, dan risiko insiden sosial. Meski begitu, mereka tetap melaju sebagai tulang punggung keluarga dan kota. Dukungan bagi mereka bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan mendesak.
Baca Juga:Affan Kurniawan Jadi Korban, Forum Umat Islam Bandung Bersatu Kecam Keras Kekejaman Oknum AparatDiduga Tekanan KDM, Sayangkan Pencabutan Gugatan FKKS untuk Rombel 50 Siswa
Solidaritas yang terjalin menunjukkan bahwa hubungan antara mitra dan perusahaan melampaui transaksi digital. Ada ikatan kemanusiaan yang kuat. Ketika musibah menimpa, bantuan finansial saja tak cukup—pendampingan nyata membuat keluarga merasa diperhatikan. Grab, melalui langkah-langkah konkret, menghadirkan kehadiran yang tulus.
Musibah ini meninggalkan luka mendalam. Tak ada santunan yang sebanding dengan nyawa atau bisa menghapus kehilangan. Namun, tindakan nyata Grab dari pendampingan medis hingga kehadiran di rumah duka, menjadi penghormatan bagi Aji, Umar, dan Affan. Ini juga pengingat bahwa di balik roda yang terus berputar, ada manusia yang harus dilindungi. Dalam duka, solidaritas menjadi kekuatan. Di tengah jalanan yang keras, kehadiran tulus adalah perlindungan terbaik. (bbs)
