JABAR EKSPRES – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Iendra Sofyan turut menyayangkan dibakarnya salah satu gedung di Depan DPRD Jabar. Itu buntut aksi demo yang berlangsung hingga Sabtu (30/8) dini hari.
Iendra menguraikan, tentu pihaknya tak ingin hal itu terjadi. “Kami sangat menyayangkan unjuk rasa yang berimbas pada pengerusakan gedung itu. Siapaun pemiliknya, ” cetusnya, Sabtu (30/8).
Iendra melanjutkan, pihaknya bakal berkoordinasi lebih lanjut terkait kelanjutan gedung yang ada di depan DPRD Jabar itu. Termasuk kejelasan status Cagar Budayanya.
Baca Juga:Dinkes Kabupaten Bandung Pastikan Tidak Ada Tunggakan BPJS Kesehatan, Hanya Tagihan BerjalanYusuf Manshur Buka Donasi untuk Keluarga Mendiang Affan Kurniawan, Warganet: Gak Usah Mancing-mancing Dah!
“Kami koordinasikan dengan Pemkot Bandung terutama tim Cagar Budaya. Biar jelas statusnya, ” katanya.
Saat ini, lanjut Iendra, Pemkot juga tengah mendata seluruh kerusakan bangunan buntut aksi semalam. “Di sekitar DPRD Jabar khususnya, ” urainya.
Gedung depan DPRD Jabar yang dibakar masa itu digunakan DPR RI. “Seyogyanya (perbaikan.red) menjadi tanggung jawab Setwan DPR RI, ” sambungnya.
Diketahui, gedung yang digunakan sebagai mess MPR RI memang menjadi salah satu tumbal kemarahan masa. Para demonstran kesulitan menjebol pagar DPRD Jabar. Akhirnya gedung yang ada di seberang jalan itupun jadi sasaran.
Aksi demo berlangsung cukup lama. Dimulai sekitar pukul 14.15. Makin malam, aksi makin ricuh.
Masa melempari gedung wakil rakyat di Jalan Diponegoro itu dengan berbagai barang. Mulai dari kembang api, flare, batu, hingga molotov. Masa dipukul mundur dan mereda sekitar pukul 03.00.
Selain gedung mess MPR yang hangus terbakar, sejumlah kaca Gedung DPRD Jabar juga pecah. Termasuk videotron depan gedung. Demikian juga kendaraan roda empat yang terparkir di depan Gedung DPRD Jabar. Itu diduga milik salah satu polwan. (son)
