Cara Memutus Rantai Ini
Untuk keluar dari pola beracun ini, Anda harus menjadi “atlet cerdas” yang fokus pada permainannya sendiri, bukan papan skor orang lain.
Buat papan skor sendiri. Tentukan definisi sukses menurut versi Anda, bukan versi keluarga atau orang lain. Misalnya, sukses bisa berarti punya lebih banyak waktu bersama keluarga, atau memiliki bisnis kecil yang Anda cintai. Tuliskan itu dan fokuslah ke sana.
Lakukan diet informasi. Kurangi berbagi pencapaian dengan anggota keluarga yang gemar membanding-bandingkan. Tidak semua hal harus diumumkan. Bagikan kabar baik hanya kepada orang-orang terdekat yang benar-benar mendukung dengan tulus.
Baca Juga:Tunjangan DPR Rp50 Juta per Bulan Picu Polemik, Janji Dibagikan ke MasyarakatMembongkar 13 Tunjangan DPR yang Bikin Geram, Dari Rumah Mewah hingga Pajak Dibayari Negara
Latih seni “kebal” atau bodo amat. Saat mereka mulai membandingkan, jangan defensif atau marah. Cukup tersenyum dan katakan dengan tenang, “Wah, hebat ya si A. Saya ikut senang.” Lalu segera alihkan topik. Dengan begitu, Anda menunjukkan bahwa Anda tidak bermain di liga yang sama dengan standar mereka.
Kelima tipe keluarga yang sudah dibahas, si gengsi, si investor, si anti-risiko, si drama finansial, dan si pembanding profesional, adalah sistem tak terlihat yang sering menjerat kita, meski sering kali berbalut “niat baik” sebagai alibinya.
Kita memang tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana. Itu di luar kendali kita. Namun, kita selalu bisa memilih pola pikir mana yang akan diteruskan ke generasi berikutnya, dan mana yang harus dihentikan di generasi kita.
Menjadi generasi pemutus kutukan finansial adalah bentuk bakti yang sangat mulia sekaligus sulit. Dibutuhkan keberanian untuk berkata tidak, kesabaran untuk mengedukasi, dan kekuatan mental untuk menahan rasa bersalah. Namun, hal itu mungkin dilakukan.
Mulailah dengan memperbaiki diri Anda sendiri. Bangun fondasi finansial yang kokoh, sehingga Anda punya kekuatan untuk benar-benar membantu, bukan sekadar ikut terseret ke dalam masalah. Jadilah teladan nyata, bukan sekadar pemberi nasihat.
Pada akhirnya, warisan terbaik yang bisa Anda tinggalkan bukanlah sekadar uang, melainkan jalan keluar dari siklus yang sama.
