“Awalnya kami pertimbangkan untuk menempatkannya di lokasi lain seperti di Garut. Tetapi saat itu tim medis belum lengkap, sehingga kami meminta bantuan Lembang Park and Zoo untuk menampung sementara,” ujar Agus.
Menurut Agus, tujuan utama penanganan ini adalah pelepasliaran kembali macan tutul tersebut ke habitat alaminya di Gunung Ciremai. Namun karena kabur, proses itu sementara tertunda sampai satwa kembali diamankan.
Macan tutul Jawa atau Panthera pardus melas merupakan satwa endemik Pulau Jawa dengan status dilindungi undang-undang. Populasinya di alam liar diperkirakan tinggal ratusan ekor akibat perburuan dan penyempitan habitat.
Baca Juga:Persib vs Borneo FC, Haye dan Barba Siap Menggila!Calvin Verdonk Menuju Ligue 1?
Gunung Ciremai menjadi salah satu kawasan konservasi yang masih menjadi rumah alami predator puncak ini.
BKSDA mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika melihat keberadaan satwa tersebut di sekitar kawasan.
“Jangan panik dan jangan coba-coba mendekat. Laporkan ke aparat setempat jika ada tanda-tanda keberadaan satwa ini,” pungkas Agus. (Wit)
