JABAR EKSPRES – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden pemukulan terhadap seorang demonstran dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (28/8/2025).
Insiden bermula sekitar pukul 17.00 WIB, ketika massa aksi dari Universitas Pakuan merobohkan pagar gerbang Gedung DPRD dan menggunakannya untuk menutup ruas Jalan Pemuda.
Lima menit berselang, para demonstran membentuk barikade dan mencoba menerobos masuk ke dalam area gedung dewan.
Baca Juga:Persib vs Borneo FC, Haye dan Barba Siap Menggila!Calvin Verdonk Menuju Ligue 1?
Ketegangan pun meningkat. Kontak fisik tak terhindarkan antara massa dan aparat pengamanan. Dalam situasi tersebut, seorang anggota Satpol PP kedapatan memukul salah satu demonstran.
Aksi itu memicu reaksi dari massa, yang juga melakukan tendangan terhadap salah satu anggota Satpol PP lainnya.
Plh Kasatpol PP Kota Bogor, Rahmat Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
“Pertama kami ingin menyampaikan bahwa Satpol PP ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden pemukulan yang dilakukan oleh salah satu anggota kami, dalam aksi unjuk rasa dari BEM Universitas Pakuan di depan gedung dewan pada hari ini Kamis 28 Agustus 2025,” kata Rahmat di Balaikota Bogor, pada Kamis (28/8/2025).
Rahmat mengungkapkan bahwa anggota yang melakukan pemukulan adalah Muhammad Farhan Rinaldi, yang berstatus sebagai pegawai kontrak (PKWT/Non-ASN).
Tugas utamanya adalah melakukan peliputan kegiatan dan pengelolaan media sosial Satpol PP.
“Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan tindakan spontan sebagai emosi karena mungkin salah satu rekannya juga mendapat perlakuan dari salah satu pengunjuk rasa dan kami sudah memberikan sanksi kepada yang bersangkutan untuk dinonaktifkan sementara selama 3 bulan,” ujarnya.
Baca Juga:Boniface Buka Suara Pasca Gagal Hijrah ke AC MilanPersib Tambah Tembok Italia: Federico Barba Siap Perkokoh Lini Belakang
Pihak Satpol PP juga telah melakukan penyelidikan internal terkait insiden ini. Dalam kesempatan yang sama, Rahmat juga menegaskan bahwa akan ada evaluasi dan peningkatan pengawasan terhadap personel di lapangan, khususnya dalam hal pengendalian emosi saat menangani aksi unjuk rasa.
“Kami juga akan memastikan bahwa insiden seperti ini tidak terjadi lagi di lapangan dalam penanganan unjuk rasa maupun penertiban lain-lain,” pungkasnya.
