JABAR EKSPRES – Seorang motivator dan pengusaha sukses asal Kabupaten Tebo, Jambi, Dwi Hartono, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.
Dwi ditangkap Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025). Ia ditangkap bersama dua orang lainnya, berinisial YJ dan AJ.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyebut Dwi sebagai salah satu aktor intelektual dalam aksi kejahatan tersebut.
Baca Juga:Lepas dari Bayang-Bayang City, Grealish Bersinar di EvertonDebut Gemilang Rio Ngumoha di Liverpool Tuai Pujian Van Dijk
“DH merupakan salah satu aktor intelektual penculikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dikutip dari Jawa Pos Radar Lawu, Rabu (27/8).
Kasus ini bermula dari penculikan korban di area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025.
Sejumlah pelaku lainnya yakni RAH, RS, AT, dan RW alias Eras telah lebih dulu ditangkap. Korban diketahui kemudian diserahkan kepada seseorang berinisial F di kawasan Cawang.
Polda Metro Jaya menduga, kasus penculikan dan pembunuhan ini berkaitan dengan pengungkapan praktik kredit fiktif senilai Rp13 miliar.
Total sudah 15 orang yang diamankan dalam kasus ini. Polisi masih menelusuri motif utama serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak berpengaruh berinisial F.
Profil Dwi Hartono
Dwi Hartono dikenal luas di media sosial sebagai motivator dan pemilik bimbingan belajar (bimbel) online yang berkembang pesat di berbagai daerah.
Ia kerap tampil membagikan motivasi, tips sukses, serta gaya hidup mewah yang identik dengan jet pribadi, mobil eksklusif, hingga fasilitas kelas atas.
Baca Juga:Kontra Borneo FC, Persib Turunkan Harga Tiket!AC Milan Putuskan Rekrut Conrad Harder Setelah Transfer Boniface Gagal
Di kampung halamannya, Desa Rimbo Bujang, Dwi sempat dijuluki “orang sangat kaya” yang dermawan. Ia diketahui pernah menyumbangkan ambulans, membiayai kegiatan kepemudaan, hingga mendatangkan penceramah dan artis nasional dalam acara pengajian akbar.
Namun, citra tersebut kini tercoreng setelah namanya terseret dalam kasus penculikan yang berujung kematian. Penyidik masih mendalami peran Dwi dalam jaringan kejahatan ini dan kaitannya dengan dugaan skandal finansial.
Polisi menegaskan, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati untuk mengungkap seluruh aktor di balik kejahatan terencana ini.(Mega/Magang)
