Danamon himbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah penting ketika memakai fasilitas publik, seperti tidak sembarang mengakses tautan yang diberikan pihak tidak dikenal, mengaktifkan biometrik hingga memakai jaringan pribadi agar terhindar dari penipuan.
JABAR EKSPRES – Di era digitalisasi, banyak kegiatan sehari-hari menjadi semakin mudah, salah satunya transaksi finansial, tetapi kemudahan ini juga membuka celah atau kemungkinan terjadinya penipuan/fraud.
Maka dari itu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) melalui kampanye #JanganKasihCelah berkomitmen untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga data diri terkhusus ketika bertransaksi di ruang publik.
Baca Juga:Bakal Dihadiri 400 Peserta, Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-18 Siap Digelar di BandungKetika Sakit Datang, Program JKN Jadi Harapan
#JanganKasihCelah merupakan wujud komitmen Danamon sebagai bank yang berorientasi pada nasabah dan penyedia solusi finansial terpercaya untuk melindungi nasabah dari berbagai aktivitas yang dapat merugikan mereka.
Digitalisasi telah membawa kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk bekerja dengan metode Work from Anywhere (WFA) hingga transaksi perbankan yang kini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja secara real time.
Berdasarkan data dari Indonesia Millennials and Gen Z Report 2025, 4 dari 5 milenial dan gen z menggunakan aplikasi keuangan digital seperti mobile banking dan e-wallet untuk menjalankan transaksi sehari-hari mereka.
Data Bank Indonesia juga menunjukkan tren positif transaksi online melalui e-commerce yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak 2019 hingga 2024. Pada 2019, total transaksi mencapai Rp205,5 triliun dan meningkat signifikan sebesar 136,9% menjadi Rp487,01 triliun pada 2024. Peningkatan transaksi ini juga membuka celah atau kemungkinan terjadinya fraud yang lebih besar.
Akan tetapi, dalam melakukan transaksi secara digital, masyarakat sering kali menemui kendala seperti sinyal yang tidak stabil, daya dari perangkat yang habis, dan kendala teknis lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, tidak jarang masyarakat memanfaatkan fasilitas publik seperti Wi-Fi publik dan port pengisian daya secara gratis tanpa persyaratan yang sulit.
Seperti contoh, masyarakat bisa terhubung dengan jaringan Wi-Fi di cafe atau melakukan pengisian daya baik melalui soket maupun port USB saat berada di bandara.
Baca Juga:Aplikasi Risetcar Jerat Anggota Hingga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta RupiahBRI Kawal Proses Hukum hingga Tuntas, Jaga Kepercayaan Nasabah
Tempat umum lainnya seperti seperti taman dan halte bus juga sudah menyediakan Wi-Fi publik bagi masyarakat secara gratis.
