Pemkot Bandung Tegaskan Buruan Sae Bukan Tren Sesaat, Benarkah?

Pemkot Bandung Tegaskan Buruan Sae Bukan Tren Sesaat, Benarkah?
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Ini supaya program tidak tergantung pada siapa wali kotanya. Logo dan kebijakan tetap ada, siapapun pemimpinnya,” jelasnya.

Selain memperkuat aspek pertanian perkotaan, Farhan juga menyoroti pentingnya mendorong semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai solusi untuk membuka lapangan kerja baru. Ia mengungkapkan bahwa usaha kecil yang mampu mempekerjakan 3 hingga 5 orang bisa memberi dampak signifikan jika jumlahnya ribuan.

Ia juga menekankan bahwa sektor pangan bukan hanya tentang hasil pertanian mentah, tetapi juga mencakup inovasi dalam pengolahan dan pemasaran. Dalam hal ini, program Buruan Sae akan bersinergi dengan Kang Pisman, program pengelolaan sampah organik yang kembali diaktifkan untuk menyediakan media tanam ramah lingkungan.

Baca Juga:Buruan Sae dan Kang Pisman Kembali Diuji: Mampukah Bandung Kurangi Sampah?Ampuh Jaga Ketahanan Pangan, Haru Dhani Komit Lanjutkan Program Buruan Sae

Farhan memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat madani dan lembaga seperti Prestasi Junior Indonesia, yang turut mendukung pengembangan urban farming dan kewirausahaan di Bandung.

“Kami melanjutkan komitmen pemerintahan sebelumnya. Program yang sudah baik akan kami teruskan, yang belum optimal akan kami perbaiki,” tegas Farhan.

Ia berharap Buruan Sae bisa menjadi simbol gerakan masyarakat kota yang berdaya, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Ini bukan soal gaya-gayaan atau sekadar tren. Ini tentang keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar