JABAR EKSPRES – Ketua Umum Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL) Kota Bandung, Iwan Suherman, menegaskan dukungannya terhadap pembangunan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT). Namun, ia menolak rencana penggusuran pedagang untuk proyek tersebut.
“Prinsipnya setuju. Akan tetapi kalau misalnya rencana BRT ingin misalnya menggusur pedagang, saya menolak,” kata Iwan kepada Jabar Ekspres, Selasa (26/8).
Dia meminta pemerintah kota mencari solusi agar BRT bisa berjalan tanpa mengorbankan pedagang. Salah satunya melalui penataan pedagang maupun integrasi jalur BRT.
Baca Juga:Kontra Borneo FC, Persib Turunkan Harga Tiket!AC Milan Putuskan Rekrut Conrad Harder Setelah Transfer Boniface Gagal
“Apa tidak bisa diintegrasikan? BRT berjalan dan yang dagang tetap. Kalau kurang rapih kan bisa ditata, kalau kotor juga bisa ditata, kalau mereka bandel mereka juga bisa dibina. Kalau kekeuh ingin, bukan menertibkan, tapi menggusur pedagang ya jelas saya menolak,” ujarnya.
Iwan juga mengingatkan agar pemerintah tidak takut ditekan pihak pendana atau pun Bank Dunia selaku pendana BRT.
“Enak saja mereka membuat konsep menyelesaikan masalah transportasi tapi menggusur ribuan orang yang mencari nafkah. Tidak bisa seperti itu, itu sudah melanggar azas keadilan,” kata dia.
Ia menambahkan, karakter jalan di Kota Bandung yang sempit harus diperhatikan. Hal itu agar tidak menimbulkan persoalan baru, terlebih harus dilihat juga tipikal jalan Kota Bandung yang sempit.
“Kalau mereka ingin membuat jalan sendiri, itu bukan menyelesaikan masalah, bakal menimbulkan kemacetan baru. Harus disesuaikan,” ujar Iwan.
Menurutnya, hingga kini belum ada penggusuran. Dirinya juga sudah menenangkan para pedagang. “Saya yakin pemimpin Kota Bandung bakal melindungi warganya dan mencari solusi terbaik bagi kedua pihak supaya BRT tetap berjalan, lalu warga yang mencari penghidupan tidak terganggu,” pungkasnya.
