JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung akan memulai pembangunan koridor dan halte Bus Rapid Transit (BRT) pada September 2025. Sebanyak 38 halte akan dibangun di sepanjang rute Terminal Cicaheum menuju pusat kota, sebagai bagian dari program transportasi perkotaan nasional yang didanai oleh Bank Dunia.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa proyek ini berpotensi menggusur pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang jalur pembangunan. Data Bank Dunia mencatat sekitar 1.500 PKL yang kemungkinan terdampak, sementara Pemkot Bandung mendata sekitar 700 pedagang.
“Intinya kami tetap memanusiakan manusia. Kalau ada tempat, kami relokasi,” kata Erwin kepada wartawan di Bandung, Senin (25/8).
Baca Juga:Akses Jalan Sementara Saleh Danasasmita Segera Dibuka, Wali Kota Dedie Rachim Tinjau LokasiPasokan Gas ke Industri Kembali Normal, PGN Pastikan Distribusi 100% Aman
Pemkot Bandung berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan perwakilan Bank Dunia guna membahas solusi bagi para pedagang sebelum proyek dimulai. Penertiban PKL ditargetkan rampung dalam bulan ini.
Pada tahap awal, jalur BRT akan membentang sejauh 21 kilometer dengan 38 titik halte. Layanan ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2026, seiring dengan penyelesaian infrastruktur dan penataan kawasan di sepanjang koridor.
“Gejolak masyarakat pasti ada. Tapi kami pastikan mereka sudah diimbau soal rencana ini,” tutup Erwin.
