Panglima Militer Israel Desak Netanyahu Terima Proposal Pertukaran Tahanan

Panglima Militer Israel Desak Netanyahu Terima Proposal Pertukaran Tahanan
PM Israel, Benjamin Netanyahu (SUMBER: X)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel, Eyal Zamir, pada Minggu (24/8) mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar segera menerima usulan pertukaran tahanan yang diajukan mediator internasional. Zamir memperingatkan bahwa rencana pendudukan Kota Gaza berisiko besar terhadap keselamatan para sandera Israel yang masih ditahan Hamas.

Seruan ini muncul seiring meningkatnya tekanan publik, khususnya dari keluarga sandera, yang mendesak pemerintah untuk segera mencapai kesepakatan demi membebaskan kerabat mereka.

Sebelumnya, Netanyahu telah memerintahkan dimulainya negosiasi pembebasan sandera pada Kamis lalu, meski tetap melanjutkan rencana pendudukan Gaza dan relokasi warga setempat.

Baca Juga:Rupiah Stabil di Level Rp16.340 per Dolar AS, Naik 1,11% dalam SepekanFermin Aldeguer Optimistis Sambut Balapan Utama MotoGP Hungaria 2025

Sikap ini menunjukkan adanya kemungkinan perubahan persyaratan dalam perundingan, sementara mediator Mesir dan Qatar masih menunggu jawaban resmi Israel atas proposal mereka yang telah disetujui Hamas.

Menurut laporan Channel 12, usulan mediator mencakup penarikan pasukan Israel ke dekat perbatasan untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata sementara selama 60 hari dalam dua tahap, serta pembebasan 10 sandera hidup dan 18 jenazah Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina. Selain itu, terdapat agenda pembahasan mengenai gencatan senjata permanen.

“Ada kesepakatan di atas meja, dan itu harus diambil sekarang,” tegas Zamir melalui pernyataan yang disiarkan Channel 13.

Ia menambahkan bahwa militer telah menyiapkan seluruh persyaratan teknis, sementara keputusan akhir berada di tangan Netanyahu.

Zamir kembali menegaskan kekhawatirannya bahwa meski tentara mampu menduduki Gaza, operasi tersebut dapat menimbulkan bahaya besar bagi para sandera.

Pernyataan ini disambut baik keluarga sandera yang menilai suara Zamir mewakili mayoritas masyarakat Israel yang menginginkan kesepakatan komprehensif demi memulangkan 50 sandera dan mengakhiri konflik.

Israel memperkirakan Hamas masih menahan sekitar 50 orang, termasuk 20 yang diyakini masih hidup. Sementara itu, Tel Aviv sendiri menahan lebih dari 10.800 warga Palestina, dengan laporan organisasi HAM yang menyoroti dugaan penyiksaan dan kelalaian medis.

Baca Juga:Trump Setujui Penjualan 3.350 Rudal Jarak Jauh ke Ukraina Senilai Rp13,7 TriliunNapoli Awali Musim Serie A dengan Kemenangan 2-0 atas Sassuolo

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, pada Jumat lalu telah menyetujui rencana operasi besar-besaran untuk menduduki Gaza sekaligus menggusur warganya.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar