JABAR EKSPRES – Kota Bandung meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nindya. Save the Children Indonesia menilai capaian itu menunjukkan kontribusi pemerintah kota memenuhi sejumlah indikator perlindungan anak, namun mengingatkan agar penghargaan tidak berhenti sebagai seremoni.
“Kalau sudah mendapat penghargaan level Nindya berarti kota tersebut sudah berkontribusi memenuhi indikator layak anak. Tapi ini bukan yang paling tinggi, masih ada tingkat Utama,” kata Dewi Sri Sumanah, Brand and Communication Manager Save the Children Indonesia kepada Jabar Ekspres, Kamis (21/8).
Save the Children saat ini mendampingi tiga program di Kota Bandung. Pertama, pemberdayaan remaja penyandang disabilitas lulusan SMA/SMK agar mendapat pekerjaan layak.
Baca Juga:BREAKING NEWS: Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT KPKSatu Orang Tewas Usai Bentrok Antarwarga di Jasinga Bogor, Pelaku Ditangkap!
Kedua, program kesehatan mental berbasis sekolah untuk mencegah perundungan dan memastikan layanan dukungan tersedia bagi anak. Ketiga, program Peace for All yang menyediakan akses sanitasi bersih di sekolah maupun lingkungan sekitar.
Menurut Dewi, penilaian KLA dilakukan kementerian bersama lembaga independen dengan indikator transparan. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah membuka data capaian maupun kekurangan agar masyarakat bisa ikut berperan.
“Kalau masyarakat masih melihat ada anak tidak bisa sekolah atau area publik tidak ramah anak, itu harus dilaporkan dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dewi menegaskan, pemenuhan hak anak tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga program berkelanjutan lintas dinas. Ia berharap pemerintah pusat mendampingi kabupaten/kota agar komitmen perlindungan anak terus berjalan.
“Penghargaan jangan hanya dianggap kelayakan dokumen. Harus mencerminkan realitas kemajuan anak di daerah tersebut,” pungkasnya.
Diketahui, Pemkot Bandung berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk kategori Nindya.
Saat ini komitmen pemkot memastikan perlindungan, serta pemenuhan hak anak yang salah satunya yakni penyediaan ruang bermain yang inklusif.
