JABAR EKSPRES – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) membantu stabilkan harga beras di pasaran. Itu disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat meninjau salah satu gerai minimarket di Serang, Banten, Rabu.
“Pemerintah terus memperkuat intervensi di sektor perberasan melalui program SPHP yang dilaksanakan oleh Perum Bulog atas penugasan Badan Pangan Nasional,” ujarnya, dikutip Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, pengadaan program beras SPHP juga membantu mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pasokan di berbagai lini penyaluran dan pasar. Ia juga memastikan distribusi beras SPHP tersebut akan semakin gencar dilakukan.
Baca Juga:Harga Beras Dunia Anjlok, Imbas RI Tak Lagi Impor?Harga Beras Medium Turun, Bulog Bandung Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP
“Hari ini kita mau sampaikan bahwa beras SPHP sudah ada di semua lokasi yang sesuai dengan juknis (petunjuk teknis),” kata dia.
Ia menyebut bahwa beras subsidi pemerintah itu telah disebarkan ke berbagai lini penyaluran. Tidak hanya pasar tradisional, beras SPHP juga didistribusikan melalui pasar modern hingga outlet-outlet BUMN.
Adapun realisasi penyaluran beras SPHP per 20 Agustus 2025 telah mencapai sekitar 45 ribu ton dari yang ditargetkan, yakni 1,3 juta ton hingga Desember 2025.
Diketahui, penyaluran beras SPHP itu telah didistribusikan sejak Juli 2025, guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
“Ini beras SPHP dijual maksimal Rp12.500 per kilonya (zona 1). Tadi di pasar ada yang Rp12.000 per kilo. Kalau kualitasnya ada yang kurang baik, teman-teman dari ritel modern minta tukar. Jangan jual barang yang jelek,” paparnya.
Di samping itu, Arief mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bulog terus memperketat pengawasan, guna memastikan penyaluran beras SPHP ini efektif dan tepat sasaran.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga memastikan pihaknya terus memperluas kanal distribusi beras SPHP.
Baca Juga:Selain Beras, Program SPHP 2025 Sasar Dua Pangan Pokok BerikutBulog Bandung Siapkan 16 Ribu Ton Beras, Distribusi SPHP Dihentikan
“Mudah-mudahan ini memberikan keyakinan kepada publik, kepada masyarakat bahwa beras SPHP betul-betul membantu masyarakat untuk menstabilkan harga,” ujarnya.
Dengan stok penugasan sebesar 1,3 juta ton hingga akhir 2025, Rizal menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan.
“Ini masih sangat banyak dan masyarakat tidak perlu ragu dan bimbang. Kami akan salurkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rizal menambahkan, pengecer wajib mendaftar melalui aplikasi Klik SPHP yang disiapkan Bulog. Dengan cara ini, pengawasan distribusi dapat dilakukan lebih menyeluruh dan transparan.
