JABAR EKSPRES – Upaya pemulihan pascalongsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai diarahkan pada penyediaan hunian baru bagi warga terdampak.
Saat ini Pemkab KBB bersama Badan Geologi tengah mengidentifikasi sejumlah lahan yang dinilai aman untuk relokasi rumah warga.
Langkah tersebut dilakukan menyusul hasil asesmen sementara yang mencatat sedikitnya 53 rumah warga harus direlokasi karena tertimbun material longsor maupun berada di zona rawan bencana susulan.
Baca Juga:Diduga Ada Tindak Pidana Sebabkan Longsor di Cisarua, Begini Kata PolisiMeski 80 Kantung Jenazah Ditemukan, Operasi SAR Longsor Pasirlangu Belum Dihentikan
“Secara awal, dari hasil peninjauan lapangan dan diskusi dengan Badan Geologi, ada tiga titik tanah kas desa yang kami identifikasi dan dinilai aman. Namun ini masih bersifat sementara,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat, Ade Zakir saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Meski demikian, kata Ade, Pemkab Bandung Barat belum menetapkan secara final lahan yang akan digunakan untuk relokasi. Pasalnya, penentuan lokasi masih menunggu kesepakatan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pihak terkait lainnya melalui mekanisme musyawarah desa.
Ade menjelaskan, setelah lokasi ditetapkan secara resmi, Pemkab KBB akan mengajukan permohonan kajian lanjutan kepada Badan Geologi guna memastikan aspek keamanan dan kelayakan lahan secara menyeluruh.
“Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar kami untuk berkoordinasi dengan BNPB terkait pembangunan rumah relokasi. Prinsipnya, tanah disiapkan lebih dulu, kemudian pembangunan akan dilakukan oleh BNPB,” katanya.
Ia menegaskan, lokasi relokasi rumah warga terdampak longsor tidak akan keluar dari wilayah Desa Pasirlangu agar warga tetap dapat beraktivitas di lingkungan asalnya.
“Data sementara ada 53 rumah yang tertimbun dan terancam, tapi angkanya masih dinamis. Relokasi tetap di Pasirlangu karena kalau terlalu jauh dikhawatirkan hunian tidak ditempati,” ucapnya.
Selain persoalan hunian, Pemkab Bandung Barat juga mempertimbangkan keberlanjutan mata pencaharian warga terdampak, khususnya mereka yang bergantung pada sektor pertanian. Sebagian lahan pertanian warga dilaporkan ikut terdampak longsor dari kawasan kaki Gunung Burangrang.
Baca Juga:Update Longsor Cisarua: Tim DVI Polda Jabar Terima 79 Kantong Jenazah, 58 TeridentifikasiHari Kesepuluh Pencarian Longsor Pasirlangu, Tim SAR Temukan Dua Bodypack
“Kebanyakan warga di sini hidup dari sektor pertanian. Karena itu hunian relokasi harus dekat dengan sumber penghidupan mereka. Ini akan dianalisis lebih lanjut oleh dinas terkait,” ujarnya.
