Farid mencontohkan, dalam satu kasus, terdapat laporan dari komponen A yang menyebut ada lansia membutuhkan bantuan. Namun, setelah diverifikasi oleh komponen B, ternyata lansia tersebut masih memiliki keluarga yang mampu secara ekonomi.
“Jadi ngapain juga kita bantu? Itu artinya untuk memelihara objektifitas tentang siapa yang akan kita fasilitasi,” pungkasnya.
