Berkaca dari Kasus Raya di Sukabumi, Dinsos Bogor Siapkan Agenda Kolaboratif Bersama Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma\'ruf. Foto: Regi
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma\'ruf. Foto: Regi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor menyiapkan langkah antisipatif agar kejadian tragis seperti yang terjadi di Sukabumi tidak terulang.

Diketahui, seorang balita bernama Raya di salah satu desa di Kabupaten Sukabumi meninggal dunia dalam kondisi tubuh dipenuhi cacing. Tragedi tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial masyarakat.

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalankan agenda perlindungan sosial yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Baca Juga:PP Safinatul Qodiri Turut Hadir Dalam Manaqib Dzikir Akbar di At-Taufiq Ciucing GarutDapat Royalti Rp497 Ribu, Ari Lasso: Lebih Baik Saya Lapar Daripada…

Agenda ini bertujuan memastikan masyarakat Kabupaten Bogor mendapatkan hak-hak dasar mereka melalui berbagai program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Nah, itu supaya masyarakat memperoleh hak-hak dasarnya melalui program itu. Itu yang dari pusat,” kata Farid saat ditemui di lingkungan Pemkab Bogor, Rabu (20/8/2025).

Di tingkat daerah, Dinsos Bogor melakukan pendataan anak yatim dan lansia untuk kemudian diberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka, dengan mempertimbangkan skala prioritas.

“Nah, ada dua kelasnya. Pertama, mereka yang tinggal di LKS, di panti. Yang kedua, yang tersebar di masyarakat,” ucapnya.

Farid menambahkan, penanganan terhadap kedua kelompok tersebut dilakukan dengan pendekatan berbeda. Mereka yang tinggal di panti, misalnya, menjadi prioritas karena umumnya sudah tidak memiliki keluarga atau tidak mendapatkan perhatian dari keluarga mereka.

“Artinya, sudah tidak ada keluarganya atau mungkin ada keluarganya tapi sudah tidak peduli. Nah, kemudian siapa yang bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka, ya pastinya pemerintah. Nah, kita siapkan di situ beberapa program,” katanya.

Selain itu, Dinsos juga berupaya meringankan beban pengelola panti dengan memberikan bantuan kebutuhan dasar seperti sembako dan makanan.

Baca Juga:Meriahkan HUT ke-80 RI, ibis Bandung Pasteur Gelar Family Fun Walk Penuh SemangatBukan Sebatas Wadah Solidaritas, 234 SC Buktikan Aksi Sosial Nyata Peduli Kemanusiaan 

Sementara bagi lansia dan anak yatim yang tinggal di lingkungan masyarakat, Dinsos akan berkoordinasi dengan pihak desa hingga kelompok masyarakat setempat. Kolaborasi ini penting dalam mendukung proses pencatatan, pendataan, hingga pendistribusian bantuan secara tepat sasaran.

“Itu kita minta mereka berkolaborasi dengan kita untuk melakukan pencatatan, pendataan, bahkan pendistribusian,” ucapnya.

“Supaya apa? Kan mereka juga lebih tahu di lapangan seperti apa. Kenapa kami pergunakan banyak? Karena banyak komponen. Karena kami menghindari ada informasi satu pihak,” sambung dia.

0 Komentar