“Dengan pola kolaborasi tersebut, limbah yang selama ini mencemari lingkungan diharapkan bisa berubah menjadi komoditas ekonomi yang bermanfaat bagi peternak,” katanya.
Wiwin menegaskan, tujuan utama dari program ini bukan hanya mengurangi pencemaran, melainkan juga menjaga keberlanjutan produksi susu tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
“Kami ingin susu tetap ada, tetapi dampak lingkungannya bisa diminimalkan. Jangan sampai produksi susu meningkat, tetapi kualitas air dan tanah menurun,” tandasnya. (Wit)
