JABAR EKSPRES – Kapolsek Cimanggung, Kompol D Karyaman mengungkapkan, adanya insiden pembacokan yang terjadi di wilayah hukumnya, tepatnya di Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Disampaikan Kapolsek, insiden yang terjadi itu, merupakan dugaan penganiayan hingga seorang dua orang warga menjadi korban pembacokan.
“Benar, ada peristiwa dugaan penganiayaan,” katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (19/8).
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi ketika momen hari kemerdekaan alias HUT ke-80 RI, tepatnya saat sejumlah warga tengah ramai mengikuti karnaval di Desa Pasirnanjung.
Baca Juga:Polresta Bogor Kota Tangkap Dua Pemuda Pelaku Penganiayaan, Motif Dendam Lama Pelaku Penganiayaan di Masjid Coblong Bandung Berhasil Dibekuk Polisi
Adapun kedua korban tersebut, bernama Syarif (23) dan Rohdi (23). Sedangkan pelaku penganiayaan berinisial AB (35).
Kedua korban mengalami luka di bagian kepala belakang akibat sabetan senjata tajam, setelah sempat dibawa ke klinik, mereka pun dirujuk ke RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung untuk mendapatkan perawatan medis.
“Baru hari ini korban resmi melaporkan, sehingga kasus langsung kami tindaklanjuti dengan proses penyelidikan,” tukas Karyaman.
Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, terduga pelaku status domisilinya bukan merupakan warga asli Desa Pasirnanjung.
Akan tetapi, terduga pelaku dikabarkan menempati hunian di Perumahan Puteraco, Desa Pasirnanjung. Aksi pembacokan terjadi di RW11, Dusun Pangkalan, tepat di depan perumahan.
Sementara itu, seorang warga yang menjadi saksi mata saat kejadian, Jana (45) mengaku, terduga pelaku ketika awal terlihat, posisinya sudah membawa senjata tajam jenis golok.
“Pelaku sempat mengayunkan golok dan membacok dua korban. Setelah itu pelaku terpeleset dan jatuh ke selokan,” bebernya.
Baca Juga:Viral! Seorang Pria lakukan Penganiayaan hingga Bakar Keset Sebuah Masjid di Coblong BandungJadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Anak Kades di Bogor Terancam 5 Tahun Penjara!
“Saat pelaku sudah terjatuh, di situ saya langsung mengamankan senjata tajam tersebut,” pungkas Jana. (Bas)
