Polresta Bandung Jual 6,8 Ton Beras Murah, Warga Serbu Lapangan Upakarti

Polresta Bandung Jual 6,8 Ton Beras Murah, Warga Serbu Lapangan Upakarti
Ratusan warga Kabupaten Bandung memadati Lapangan Upakarti, Komplek Pemda Kabupaten Bandung, Sabtu (16/8), untuk membeli beras murah yang digelar Polresta Bandung dalam rangkaian Gerakan Pangan Murah. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan warga Kabupaten Bandung memadati Lapangan Upakarti, Komplek Pemda Kabupaten Bandung, Sabtu (16/8), untuk membeli beras murah yang digelar Polresta Bandung dalam rangkaian Gerakan Pangan Murah.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Bandung.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga beras di pasaran,” ujar Aldi.

Baca Juga:Waspada Rekayasa Lalu Lintas! Ini Rute yang Ditutup Saat Kirab Budaya 17 Agustus di BandungBPJAMSOSTEK Bandung Bojongsoang Imbau Peserta Hindari Calo Saat Klaim

Polresta Bandung menyediakan beras SPHP Bulog dengan harga terjangkau. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal 10 kilogram atau dua kemasan 5 kilogram dengan syarat menunjukkan KTP atau kartu keluarga.

“Syarat pembeliannya mudah. Kami hanya ingin memastikan beras ini benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan dan tidak diperjualbelikan kembali,” katanya.

Data Polresta Bandung mencatat sejak program ini dimulai, sebanyak 6,84 ton beras atau setara 1.368 kemasan 5 kilogram telah terjual kepada masyarakat.

Angka itu mencerminkan tingginya kebutuhan warga terhadap beras dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi pasar.

Selain bazar pangan, warga juga mengikuti senam sehat, permainan rakyat, hingga hiburan musik yang disiapkan panitia. Beberapa doorprize turut dibagikan bagi peserta yang hadir.

Polresta Bandung menyebut program ini bukan sekadar bagian dari peringatan HUT ke-80 RI, melainkan bentuk nyata kepedulian Polri dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok.

0 Komentar