JABAR EKSPRES – Meski Jawa Barat telah memasuki musim kemarau, suhu udara di wilayah Bandung Raya justru terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari. Sementara itu, suhu siang hari tetap terasa cukup panas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer dan kondisi regional.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa suhu permukaan laut di wilayah Indonesia saat ini masih tergolong hangat.
Baca Juga:Atletico Madrid Incar Nico Gonzalez, Proyek Baru di Ujung Bursa TransferDrama Transfer Alexander Isak, Ketegangan Jelang Musim Baru Newcastle United
“Aktifnya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuator di Jawa Barat dan keberadaan sirkulasi siklonik yang membentuk daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di sebagian wilayah Indonesia termasuk Jabar,” katanya, Jumat (15/8).
Ia menambahkan bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut masih mendukung pertumbuhan awan di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Meskipun begitu, secara umum wilayah ini sudah memasuki musim kemarau.
Udara dingin yang dirasakan masyarakat pada malam hingga pagi hari, lanjut Rahayu, disebabkan oleh dominasi angin muson Australia yang membawa udara dingin dan kering. Selain itu, tutupan awan konvektif juga mengalami penurunan signifikan.
“Sehingga panas matahari diterima maksimum di siang hari dan dilepaskan maksimum pada malam dan dini hari,” bebernya.
Per Jumat, 15 Agustus 2025, suhu minimum tercatat di Stasiun Geofisika Bandung sebesar 17,2 derajat Celsius, sementara di Pusat Observasi Geofisika (POG) Lembang mencapai 14,4 derajat Celsius.
“Cukup dingin tetapi masih dalam range klimatologisnya nya di Bulan Agustus. Suhu dingin di pagi hari diprediksi masih akan terjadi sampai dengan akhir Agustus,” ujarnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Baca Juga:Mandiri dan Berdaya, 2.000 Keluarga di Brebes Tamatkan Ketergantungan BansosRasmus Hojlund Semakin Dekat ke San Siro, AC Milan Siap Pulangkan Sang Striker ke Serie A
“Tetap waspada terkait masih adanya potensi angin kencang dan potensi hujan yang berdampak genangan, banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.
“Mengantisipasi suhu dingin dipagi hari dengan memakai jaket, dan mengkonsumsi air hangat,” pungkas Ayu. (Bas)
